58. All is Well

1692 Kata

“Maaf Sayang, Mama nggak bisa menemani Kara melahirkan,” ucap Diana terdengar sendu di telepon. “Nggak apa-apa, Ma. Mudah-mudahan Mama Hanna besok datang,” balas Kara tenang. Ia memaklumi kondisi ibunya yang kini susah bepergian karena harus merawat sang ayah yang kabarnya belakangan sangat manja dan rewel. “Bagaimana kabar Riyu, Ma?” “Riyu baik-baik saja, Sayang. Viko sering mengajaknya menginap di rumah. Papamu senang sekali.” “Syukurlah. Tolong sampaikan salam sayangku untuk Riyu, ya, Ma. Aku kangen banget sama dia.” “Tentu, Nak. Nanti Mama sampaikan.” Setelah telepon terputus, Kara termenung di dapurnya. Tiba-tiba ia teringat akan dosa-dosanya selama mengandung, terlebih pada sang suami. Ia sendiri heran, mengapa tak ada sedikit pun niat bermanja seperti wanita hamil kebanyakan. S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN