Hari Hari Berat
Sarah dan Reyhan sepasang suami istri yang umur pernikahannya masih terbilang belum lama, Sarah seorang wanita cantik dengan kulit putih bentuk tubuhnya sedikit berisi namun kencang, tubuhnya tidak terlalu tinggi hanya sekitar 160 cm, berpendidikan Diploma 3, pernah beberapa tahun bekerja sebagai admin namun ia memutuskan tidak lagi bekerja setelah menikah dengan Reyhan seorang Pria berparas timur tengah, berkulit coklat, fostur tubuhnya standart ukuran pria asia tinggi badan sekitar 170 cm, beralis tebal, berjanggut dan berkumis. Reyhan seorang yang sedang mencari peluang dengan mencoba berbagai macam bisnis termasuk salah satunya adalah Tour & Travel, namun usahanya tampaknya belum memperlihatkan hasil yang signifikan, oleh karenanya Reyhan sering kali masih kesulitan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangganya dengan Sarah.
Sering kali Sarah menawarkan diri untuk kembali bekerja, Namun Reyhan masih merasa bahwa mencari nafkah adalah kewajibannya dan tak seharusnya Sarah ikut terbebani dengan itu.
Pagi itu seperti biasa Sarah menyiapkan makanan sedangkan Reyhan berada di teras menyalakan mesin sepeda motornya agar siap untuk dikendarai. Sebuah motor tua yang sudah ia pakai sejak ia masih di bangku kuliah, motor pemberian dari orang tuanya. Pagi itu nampaknya Jakarta diguyur hujan lebat, Reyhan terus saja memandangi jam yang menggantung di dinding ruang tamu, Tampaknya ia khawatir kalau hari itu akan hujan sepanjang hari, sedangkan Reyhan perlu berangkat ke tempat usahanya, Sebuah bangunan petak kecil ukuran 4 x 4 meter yang ia gunakan ssbagai kantor Tour & Travel, Ingin rasanya Reyhan memiliki sebuah mobil agar dapat menjadi peneduh perjalanannya berangkat mencari nafkah, tapi apa daya kondisi keuangannya belum mendukung,
" Mas..mas...mas..." Ucap Sarah sembari menepuk bahu suaminya yang termenung duduk di teras rumah.
"Eh.. kamu.. kenapa?" Jawab Reyhan tersadar dari lamunannya.
"Mas ini kenapa sih? melamun terus? itu sarapan sudah siap, ayo sarapan dulu" Kata Sarah dengan wajah sedikit musam.
Keadaan ekonomi rumah tangga membuat Sarah sedikit mulai lelah karena kebutuhan yang terus berjalan tetapi kondisi keuangan Suaminya belum juga membaik, Namun Sarah tetap berusaha bersabar, memberikan kesempatan dan dukungan kepada suaminya agar tidak menyerah, walaupun tak bisa dipungkiri hal itu membuat sikap Sarah sedikit dingin dan tampak kecewa.
"Andai saja Mas Reyhan mau mengijinkanku kembali bekerja, situasinya tidak akan sesulit ini" Ucapan itu terus berteriak teriak di dalam benak Sarah seolah-olah ingin sekali ia kemukakan kembali pada suaminya, Tetapi Sarah tampaknya sudah malas membicarakannya karena Ia sudah sering sekali menanyakan hal itu pada suaminya, namun suaminya tetap bersikeras melarang Sarah untuk kembali bekerja.
Meja makan itu tampak senyap tanpa suara manusia, hanya suara denting sendok dan piring saat Sarah dan Reyhan keduanya duduk di kursi makan menyantap sarapan sederhana yang disajikan Sarah. Hanya 2 piring nasi goreng polos tanpa telur, tanpa ayam, tanpa sayuran, tetapi Reyhan tampak menyantapnya dengan sangat lahap.
" Enak sekali nasi goreng buatan kamu" Kata Reyhan sambil mengunyah makanannya.
Sedangkan pujian itu terasa berbeda diterima olah Sarah, Wajahnya hanya menunduk, Mulutnya tetap mengunyah makanan tidak sedikitpun Sarah menanggapi pujian dari Reyhan, baginya Suaminya itu hanya sekedar meredam suasana sulit yang sedang mereka hadapi, tidak sedikitpun Sarah merasa senang atas pujian suaminya itu, bahkan pujian itu malah membuat sarah merasa kesal, Sarah merasa suaminya sedang menerapkan standart makanan untuk keluarga mereka, yaitu makanan yang sangat sangat sederhana tanpa ada kandungan gizi yang mencukupi. Tapi Sarah masih berusaha menjaga sikapnya sebagai seorang istri, Sarah hanya melempar sebuah senyum kecil di bibir yang sudah tak kuasa ingin memprotes, matanya tetap berisi kesedihan, Reyhan pun memahami hal itu, mustahil rasanya jika Reyhan menuntut keceriaan Sarah sedangkan situasi yang harus dihadapi sedang begitu berat.
Hujan mulai reda Reyhan segera meninggalkan meja makan dan berpamitan pada istrinya untuk berangkat bekerja.
"Aku berangkat dulu Sarah" Kata Reyhan sambil menyodorkan tangannya. Sarahpun menyalami dan mencium tangan suaminya itu, sambil mengantarkan suaminya menuju teras. Dalam hati Sarah mengucap doa agar hari ini suaminya membawa hasil untuk dibawa pulang, karena Sarah hanya teringat isi dapurnya yang hampir ludes, beras, gula, kopi, bahkan kulkas juga sudah tidak lagi menyimpan persediaan makanan.
Reyhanpun akhirnya meninggalkan rumah menuju tempat usahanya.
Langkah kaki sarah menuju ke dalam rumah, Sarah mengunci pintu depan, Sarah merasa bingung dengan apa yang harus ia kerjakan, Ia membuka dompet kecilnya dan hanya mendapati uang uang koin recehan, tidak ada uang yang cukup untuk berbelanja beras ataupun sayur, Sarah hanya terduduk meratapi nasibnya. tidak beberapa lama kemudian ponsel sarahpun berdering, tampaknya Ibunya menelpon.
"Sarah... apa kabar sayang?.."Tanya ibunya dalam panggilan telepon.
" Baik ma.. Mama gimana kabarnya sehat?" Tanya Sarah. Matanya mulai berkaca-kaca membayangkan bagaimana reaksi mamanya jika mengetahui keadaan Sarah saat itu. Sedangkan Sarah berasal dari keluarga yang tidak kekurangan, Ayahnya seorang pensiunan pegawai negeri.
" Mama baik nak..Sehat, Papa juga baik baik aja" Jawab Ibunya.
" Mama apakah Sarah boleh meminta tolong? " Tanya Sarah.
" Ada apa nak? apa yang Mama bisa bantu?" Jawab ibunya.
" Begini ma.. kebetulan Mas Reyhan sedang perjalanan ke luar kota, Uang di rekening Sarah tidak cukup, sedangkan Mas Reyhan tidak bisa mentransfer uang karena dia harus ke ATM, sedangkan Mas Reyhan sedang perjalanan menggunakan bus ma.., Mama bisa tidak ma.. pinjamkan uang Lima Ratus Ribu untuk Sarah pakai dulu sampai Mas Reyhan bisa transfer nanti" Ucap sarah dengan rasa gelisah karena khawatir orang tuanya mengetahui keadaan yang sebenarnya.
" Hah.. kok bisa bisanya Reyhan pergi tidak meninggalkan uang untuk istrinya? Biar Mama telpon Reyhan.." Jawab Sarah.
" Jangan.. jangan Ma.. Mas Reyhan sedang perjalanan bersama relasinya, Bukan salah dia ma.. Salah Sarah yang menghabiskan uang bulanan sebelum waktunya, karena kemarin Sarah melihat kosmetik bagus Sarah jadi kebablasan belanja" Ucap Sarah.
" Kamu jangan boros-boros nak, kalian harus menabung untuk masa depan kalian nanti, Ya sudah biar Papa ke ATM setelah ini untuk transfer ke kamu " Kata Ibunya.
" Makasih ya Ma.. nanti secepatnya Sarah kembalikan" Jawab Sarah dengan hati yang sedikit tenang karena permasalahannya setidaknya teratasi untuk sementara.
Sarahpun berganti pakaian dan bersiap untuk menuju ATM. Setelah selesai berganti pakaian dan berdandan, Sarah melangkahkan kaki menuju sebuah ATM yang letaknya 500 meter dari rumahnya.
Langkah kakinya dengan cepat bergerak melaju meter demi meter, walaupun nafasnya terengah-engah ia tetap melangkah hingga tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti di sampingnya.
Kaca samping mobil itu turun dan membuka.
Sarah tampak terkejut mereka reka siapa yang ada di dalam mobil itu.
"Kamu Sarah kan?.. istrinya Reyhan?" Kata Dewa. Dewa adalah teman kuliah Reyhan.
" Maaf mas siapa ya? " Tanya Sarah sambil mengarahkan kepalanya ke arah jendela mobil yang terbuka.
" Masa kamu lupa tahun lalu kita ketemu di acara Reuni, Saya Dewa temen kuliah Reyhan" Jawab Dewa.
" Oh iya mas Dewa, maaf saya agak lupa mas" Jawab Sarah.
" Mau kemana Sarah kom jalan kaki?" Tanya Dewa sambil membuka pintu dan keluar menghampiri Sarah.
" Ini mas, mau ke ATM di ruko seberang perumahan.
"Lho itu kan jauh kok jalan kaki, ayo biar saya antar" Kata Dewa sambil membukakan pintu mobil dan meminta Sarah untuk masuk.
" Ah ga usah repot-repot mas, saya sambil olah raga" Jawab Sarah.
" Memang wanita sekarang suka aneh ya, olah raga kok pakai Rok hahaha.. Ga usah sungkan ayo saya antar, kebetulan saya juga lewat" Kata Dewa
Akhirnya Sarah tidak mampu lagi beralasan.
Kakinya dengan berat dan ragu ia angkat memasuki mobil Dewa.
Setelah Sarah masuk dan duduk di dalam mobil, Dewa kemudian kembali ke kursi kemudi dan melajukan kembali mobilnya.
Perbincanganpun terjadi di sepanjang perjalanan.
Dewa laki-laki yang seumuran dengan suaminya itu tampak rapi berkemeja dengan rambut yang tertata, Pria putih tinggu tegap dan kekar itu sejenak menarik perhatian Sarah, matanya sesekali mencuri pandang ke arah laki-laki tampan itu.
" Cukup Sarah cukup jangan berfikir macam-macam ingat kamu wanita bersuami" Kata kata Sarah dalam hati.
" Bagaimana kabar Reyhan? " Tanya Dewa
" Baik Mas" Jawab singkat Sarah.
" Kerja dimana dia? " Tanya Laki laki itu.
" Dia buka Tour & Travel kecil-kecilan mas" Jawab Sarah.
" Wah hebat dong ya udah jadi pengusaha" Kata Dewa.
" Kalau Mas Dewa kerja dimana mas? " Tanya Sarah kepada Dewa sambil merapikan Hijabnya yang sedikit berantakan.
" Oh saya nerusin usaha papa, karena papa udah pensiun, Ya perusahaan kecil-kecilan Di bidang Retail, Kebetulan Papa ada pabrik makanan ringan.
" Wah hebat ya mas sudah jadi bos" Jawab Sarah
Tanpa terasa mobil itu telah sampai di depan ATM yang Sarah tuju.
" Sudah Mas sampai sini saja" Kata Sarah.
" Sebentar" Kata Dewa sambil memberikan ponselnya ke Sarah.
" Boleh saya minta nomor kamu" Kata Dewa sambil menyodorkan ponselnya. Siapa tau saya ada urusan dengan Reyhan dan dia tidak bisa dihubungi" Penjelasan Dewa.
Akhirnya Sarahpun mengetikkan nomor ponselnya di handphone Dewa, kemudian segera keluar dari mobil itu.
" Terima kasih mas maaf sudah merepotkan" Ucap Sarah dengan senyum sambil melangkah menuju mesin ATM.
Masih terduduk di kursi kemudinya Dewa pria itu memandangi sosok Sarah yang melangkahkan kaki berjalan menuju sebuah mini market yang terdapat Mesin ATM di dalamnya.
" Wanita itu benar-benar anggun, cantik, dan menarik, Andai saja aku bisa memilikinya" Kata-kata yang mengalir di dalam benak Dewa, Matanya seolah tidak mau melepas pandangan pada sosok Sarah, Sampai akhirnya pandangan itu berakhir saat Sarah telah memasuki mini market. Dewa segera kembali memacu mobilnya meninggalkan tempat itu, tapi setidaknya Dewa merasa senang Sarah bersedia membagi nomor teleponnya. walaupun sebenarnya Ia sendiri telah kehilangan nomor telepon kawan lamanya yaitu Reyhan. Tetapi bagi dewa ia lebih tertarik berkomunikasi dengan Sarah daripada dengan Reyhan. Kecantikan Sarah tampaknya telah membuat Dewa jatuh hati tanpa memghiraukan bahwa Sarah adalah istri dari teman lamanya.
Setelah menarik uang dari ATM Sarah berbelanja beberapa kebutuhan dapurnya, Walaupun sesungguhnya ia merasa tidak nyaman karena ia telah meminta bantuan dari orang tuanya untuk menangani kesulitan ekonomi keluarganya.
Siang itu terik matahari seolah-olah menyengat, Sarah melangkahkan kaki dengan menenteng 2 kantong plastik berisi kebutuhan dapur. Kedua kakinya seolah letih berjalan dari Mini market ke rumahnya.
Akhirnya Sarah sampai juga di rumah, tubuhnya keletihan tapi Ia tetap melakukan pekerjaan rumah tangga seperti bersih bersih, masak untuk persiapan makan malam. Hingga akhirnya semua pekerjaan rumah terselesaikan, Sarah menjatuhkan tubuhnya ke Ranjang untuk sejenak merebahkan tubuh, Entah mengapa tiba-tiba Sarah terbayang kejadian pertemuannya dengan Dewa yaitu teman lama suaminya. Tangannya meraih ponsel yang berada di ranjang itu. Sarah membuka ponselnya dan ada 1 panggilan tak terjawab via w******p. Sarah baru ingat bahwa itu adalah nomor telepon Dewa yang melakukan miscall setelah Sarah mengetikkan nomor di ponsel Dewa.
Dalam benak Sarah ingin sekali memghubungi laki-laki itu dan memgucapkan terima kasih telah memberinya tumpangan, di sisi lain Sarah merasa segan karena seingat Sarah, Dewa telah memiliki istri, dan Sarah khawatir akan dianggap tidak sopan jika harus menghubungi dewa.
Memang Dewa dengan semua kelebihannya tidak mampu dipungkiri oleh seorang Sarah sekalipun. Kesuksesannya, Materi yang berlimpah, Ketampanan, dan sifat Romantisnya. Seolah menjadi godaan besar bagi hati Sarah yang notabene seorang wanita bersuami.
Sarah tampaknya tak mampu menahan semua itu.
" Hey Sarah buang jauh-jauh pikiran kotormu ingat mas Reyhan kamu adalah seorang istri" teriakan teriakan kata-kata itu seolah mengoyak-oyak isi kepala Sarah, namun apa daya Sarah seorang wanita yang memiliki hati dan perasaan, ketertarikan terhadap lawan jenis tetap saja tidak dapat dihilangkan dari dirinya. maka tanpa sadar jemarinya menulis chat kepada Dewa
" Hai mas Dewa, terima kasih ya atas tumpangannya tadi, aku bingung bagaimana membalasnya " Chat dari Sarah kepada Dewa.
" Astaga.. Sarah apa yang kamu lakukan, kamu telah bermain api " kata kata Sarah dalam hati.
tak lama kemudian terdengar suara notifikasi w******p berbunyi. ternyata Dewa langsung membalas chat dari Sarah.
" Ah.. bukan apa-apa Sarah.. wanita secantik kamu pantas mendapatkannya hehehe.." Jawaban Dewa dengan nada menggoda.
" Ah mas Dewa bisa aja bilang bilang cantik ke orang lain, hati-hati nanti istrinya marah lho mas" Jawab Sarah dengan nada bercanda.
" Oh iya Sarah kok kamu jalan kaki sejauh itu memang tidak ada mobil ? " Tanya Dewa.
" Yah mas Dewa ini tanya atau ngledek ya? motor aja cuman satu dan butut boro-boro mobil mas.. mas.." Jawab Sarah.
" Oh.. maaf Sarah bukan bermaksud menyinggung, memangnya bisnis Reyhan belum berjalan? " Tanya Dewa.
" Iya ini mas.. masih sepi aja, kadang aku juga bingung harus bagaimana, sedangkan kebutuhan rumah jalan terus" Jawab Sarah.
" Oh begitu, mau tidak aku kasih orderan untuk urus gathering kantorku minggu depan? kebetulan aku sedang merencanakan acara itu " Kata Dewa.
" Wah.. serius ini mas? rencana mau kemana mas? Bali, Lombok, atau kemana? Boleh dong mas orderannya " Jawab Sarah.
" Ah jangan jauh jauh dari jakarta, soalnya hanya weekend aja acaranya sabtu dan minggu, mungkin Puncak atau Bandung gitu" Kata Dewa.
" Siap mas.. aku sampaikan ke Mas Reyhan ya.. biar dia kasih rekomemdasi Hotel dan Akomodasinya" Jawab Sarah dengan rasa gembira mendengar tawaran dari Dewa.
" Gini Sarah bukan aku tidak percaya Reyhan, cuman dari jaman kuliah dulu aku sudah tau seleranya, sepertinya aku ingin kamu yang urus ini, sama saja kan? toh uangnya juga masuk ke Reyhan juga" Kata Dewa.
" Oh begitu mas.. tapi tidak apa-apa boleh boleh mas biar saya yang urus ini, nanti semua dari hotel, transportasi dan konsep acaranya aku yang pikirkan, aku juga bosen kali mas di dapur terus hahahaha.." Jawab Sarah dengan nada ceria.
" Tapi jangan bilang-bilang Reyhan ya kalau klien kamu itu aku, Aku kawatir dia merasa tidak enak atau bagaimana memberi harga" Ucapan Dewa memberikan syarat pada Sarah.
" Begitu ya mas? mmm... bolehlah mas nanti biar aku yang sampaikan pada mas Reyhan kalau aku ada klien, biar aku bilang kalau dari teman lama aku saja, tapi beneran ya mas jangan php lho ini aku sudah seneng banget soalnya " jawab Sarah.
" Iya Sarah masa aku php in wanita secantik kamu sih... hahaha tapi ingat ya, aku mau kamu yang urus semuanya bukan Reyhan" Jawab Dewa dengan candaannya.
" Hahaha.. mas bisa aja gombal deh..mas, cantik darimananya mas.. aku kan berhijab tertutup semua, emang kelihatan cantiknya hahaha" Jawab Sarah yang mulai akrab.
" Hahaha kelihatan lah dan aku tau, apa perlu aku unboxing nih hehehe.." Jawab Dewa
" Ih.. mas ih bercandanya bikin aku malu aja hehehe, by the way makasih banget ya mas, aku ga tau lagi harus bagaimana balas kebaikan mas Dewa" Ucap Sarah dengan hati yang begitu gembira.
" Ya sudah mana nomor Rekening kamu Sarah biar aku kirim DPnya " Tanya Dewa kepada Sarah.
" Lho serius mau bayar DP sekarang mas? aku kan belum buat invoice nya mas harganya juga belum aku kasih" Jawab Sarah.
" Udah ga apa apa aku transfer 75 juta dulu nanti kalau kurang kamu bilang ya " Jawab Dewa.
" Lho ga salah mas 75 juta itu namanya bukan DP tapi lunas, kebanyakan malah, emang susah ya kalau ngadepin Sultan" Kata Sarah.
" Oh kebanyakan? ya sudah sisanya buat kamu aja, aku lihat tanganmu tidak ada gelangnya, coba deh kamu beli, mana nomor rekeningnya? aku berubah pikiran lho nanti" Kata Dewa.
" Eh.. iya iya mas ini aku kasih.. jangan berubah pikiran dong mas, masa mas ga kasihan sama aku" Jawab Sarah dengan nada manja.
Tidak lama kemudian muncul notifikasi sms dan ternyata benar, Dewa mentransfer Dana sebesar 75 juta rupiah kepada Sarah.
Sarah sedikit terkejut dengan apa yang ia alami hari itu dari mulai pagi hari yang tidak memiliki uang sedikitpun hingga tiba-tiba ada dana masuk sebesar 75 juta di sore hari.
" Mas.. ini bahkan mas acaranya kapan saja aku belum tau, kok dananya sudah masuk, ini aku jadi ga enak lho mas" Chat Sarah kepada Dewa.
" Ya kamu atur aja acaranya kapan terserah yang jelas harinya harus sabtu dan minggu ya" Jawab Dewa.
" Baik mas, siap laksanakan, terima kasih banyak ya mas, aku ini mau buat konsep dan mulai survey tempat tempatnya dulu via internet ya mas, nanti mas aku kabari" Kata Sarah.
" Ok Sarah, jangan lupa kamu beli gelang ya, hehehe... biar glowing kayak kecantikan kamu hahaha" Kata Dewa menggoda.
" Ih mas Dewa ih godain aku terus iya mas nanti aku beli gelang sama kalung deh, makasih ya mas, maaf sudah dulu ya mas, aku mau mulai kerja" Jawab Sarah.
Hari itu Sarah merasa begitu gembira, kesulitan ekonominya teratasi hanya dalam 1 hari berkat bantuan dari Dewa.
Tampaknya Dewa telah berhasil membuat Sarah begitu takjub, wajah lesunya sekwtika menjadi senyum yang bersinar-sinar, Hingga tanpa ia sadari sore itu suaminya sudah ada di depan pintu dan dan sedang melepas sepatu.
" Sayang..." teriakan Reyhan memanggil Sarah dari depan pintu.
Sarah pun tersadar dari lamunan kegembiraannya, ia menyadari bahwa suaminya sudah berada di depan pintu.
" Iya mas..." Jawab sarah sembari segera melangkahkan kaki ke arah pintu depan.
" Mas sudah pulang.. bagaimana mas hari ini? " Tanya Sarah sambil mengambil tas laptop yang dipegang suaminya.
" Maaf sayang.. masih sepi belum ada orderan" Jawab Reyhan dengan wajah lesu.
" Ya sudah.. sabar ya mas.. sudah mandi dulu biar Sarah buatkan kopi, mas sudah makan? " Kata Sarah.
" belum sayang.." Jawab suaminya.
" Ya sudah bersih bersih badan terus istirahat dulu biar sarah buatkan makanan,mas pasti lapar sekali seharian tidak makan" Kata sarah sambil menuju dapur untuk menyiapkan sajian makanan dan minuman untuk suaminya.
Sudah berbeda dengan pagi hari itu Sarah tampak melayani suaminya dengan ihklas dan ceria, mungkin karena hatinya sedang senang.
Reyhan sudah selesai mandi dan berganti pakaian, Matanya tertuju ke meja makan melihat sajian yang disiapkan Sarah.
" Sayang kamu masak banyak sekali memangnya uang belanjanya cukup? " Tanya Reyhan sambil terheran heran.
" Iya dong mas.. kan biar mas seneng, sehat, semangat, supaya kerjaan mas lancar juga" Jawab Sarah.
" Tapi darimana kamu mendapatkan uang sayang? setahuku uang belanjamu tidak cukup" Kata Reyhan.
" Maaf ya mas.. aku pinjam uang sama mama" Kata Sarah.
" Sayang aku merasa bersalah dan malu pada orang tuamu" Jawab Reyhan.
" Mas tenang aja, makan dulu yang kenyang, asa kabar gembira buat mas, nanti aku ceritakan" Kata Sarah sambil menata meja makan dan menaruh nasi di piring Reyhan.
" Berita bagus apa sayang? aku jadi penasaran" Tanya Reyhan dengan rasa penasarannya.
" Yey.. kita dapat order mas acara gathering ke bandung" Jawab Sarah dengan senyuman gembira.
" hah.. syukurlah.. kamu dapat dari mana? " Tanya Reyhan sambil menyendok hidangannya.
" Iya mas, jadi teman lamaku tidak sengaja bertemu aku pas tadi aku ambil uang di ATM kebetulan kita ngobrol banyak tentang kita, kerjaan kamu, dan akhirnya kebetulan dia juga butuh travel agent, yah.. rejeki ga kemana mas.." Jawab Sarah.
" Ya sudah sayang.. habis ini biar aku urus" Kata Reyhan.
" Eits.. yang ini temenku minta aku yang urus mas.. jadi mas konsen aja cari klien lain, ini pasrahkan saja padaku mas tau beres dan untung aja" Jawab Sarah.
" Kok gitu, kok jadi kamu repot, ini kan kerjaan aku sayang.., kamu jangan terbebani" Kata Reyhan sambil menikmati masakan istrinya.
" Mas.. aku kan juga ingin bantu mas, dan aku juga terkadang bosan hanya mengurus mas dan mengurus dapur" Jawab Sarah sambil memohon kepada suaminya.
" Ya sudahlah kalau begitu, tapi kerjaannya capek lho sayang, kamu harus cek lokasi, cek hotel, bikin rangkaian acara, apa kamu sanggup? " Tanya Reyhan.
" Tenang mas.. istrimu ini wanita super.. hahaha jangan kawatir, mas konsen saja cari order baru masalah ini biar Sarah yang urus" Kata Sarah sambil menepuk nepuk bahu suaminya.
" Terus kamu nanti kalau cek lokasi mau naik apa sayang? jauh lho bandung " Tanya suaminya.
" Makanya mas beli mobil dong..." Canda Sarah pada suaminya.
" Iya sayang.. maaf ya belum dapat rejekinya" Jawab Reyhan dengan wajah sedih.
" Lho kok jadi sedih.. bercanda mas.. semangat dong.., Nanti aku rental mobil saja, kebetulan DPnya sudah masuk mas.. jadi aman tenang aja" Kata Sarah sambil menenangkan suaminya.
Malam itupun kedua pasangan itu merasa gembira setelah melalui kesulitan ekonomi yang cukup lama akhirnya mereka menemukan jalan keluar. Malam itu mereka berdua duduk di sofa ruang tengah bercanda ria sambil menonton acara televisi, berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang penuh kegelisahan keresahan dan terkadang pertengkaran-pertengkaran kecil seputar permasalahan ekonomi
Malam itu Sarah tampak sibuk dengan ponselnya mencari referensi hotel dan tempat kegiatan gathering di Bandung, sesekali ia meminta pendapat dari suaminya, hati Sarah rasanya begitu gembira dengan adanya kegiatan barunya mengurus usaha travel, walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa ia merasa orderan yang ia terima hanya bentuk belas kasihan Dewa kepadanya, sesekali terlintas di fikirannya kenapa Dewa begitu baik dan percaya begitu saja padanya, tapi Sarah berfikir positif saja, apalagi ia memang sedang membutuhkan orderan guna memperbaiki kondisi ekonominya. maka ia merasa lebih baik ia berkonsentrasi mengurus semua rencana kerjanya agar tidak mengecewakan Dewa.
" Mas rencana lusa aku akan ke Bandung untuk cek lokasi dan Hotel" Kata Sarah pada suaminya yang sedang tampak asyik menontkn acara televisi.
" Memangnya sudah dapat konsepnya? " Tanya Reyhan pada istrinya.
" Sudah dong.. istri mas ini kan pintar dan kreatif" Jawab Sarah.
" Iya iya.. percaya deh.." kata Reyhan sambil mengelus-elus kepala istrinya.
" Mas nanti kalau aku ke bandung makannya pesen saja via online ya, aku sudah transfer uang ke rekening mas " Kata Sarah pada suaminya.
" Wih..sekarang kamu ya bosnya.. hahaha" Jawab suaminya dengan nada bercanda.
" Mas ini kalau dipikirin sama istrinya begitu deh" kata Sarah dengan manja dan mencubit-cubit suaminya.
Tak lama kemudian Reyhan tampak sudah mengantuk dan berpamitan untuk peegi ke tempat tidur.
" Sayang.. kamu belum ngantuk? " Tanya Reyhan.
" Belum mas.. masih nungguin sinetron ini, Kenapa? Mas mau tidur ya? " Kata Sarah.
" Iya.. ngantuk ini sayang.. boleh ya aku tidur duluan" Tanya Reyhan.
" Ya sudah deh mas tidur aja dulu, istirahat yang cukup, besok bangun semangat cari orderan ya" Kata Sarah.
" Siap bos..." Jawab Reyhan sambil mencium kening istrinya dan kemudian beranjak dari sofa memasuki kamar tidur.
Sedangkan Sarah melanjutkan keasyikannya menonton sinetron di televisi.
Tak lama kemudian notifikasi w******p berbunyi.
Sarah mengambil ponselnya dan ternyata ada chat dari Dewa.
" Sarah apakah sedang sibuk? " tanya Dewa dalam percakapan w******p.
" Eh Mas Dewa, ngga mas.. lagi santai nonton TV" Jawab Sarah.
" Reyhan sedang apa? " Tanya Dewa.
" Sudah tidur mas, kecapekan sepertinya" Jawab Sarah.
" Oh gitu, kok kamu ngga tidur? " Tanya Dewa.
" Belum ngantuk mas, masih pengen nonton sinetron, mas sendiri kok belum tidur, malam-malam begini masih w******p aku memang istri mas ga marah? " Kata Sarah dalam chat.
" Oh sama aku juga belum ngantuk, dan kayaknya akan susah tidur gara-gara mikirin kamu, kalau istriku biasa lah dia malah belum pulang dari kantornya kadang juga kalau kemaleman dia ga pulang malah pulang ke rumah orang tuanya, karena kantornya kan di rumah orang tuanya, yah namanya juga bisnis warisan orang tuanya" Jawab Dewa.
" Hah.. mikirin aku? kok bisa mas? memangnya aku kenapa?" Tanya Sarah.
" Ya kamu sih jadi orang cantiknya kebangetan" Jawab Dewa dengan merayu.
" Ih mas ini gombal ah.. cantik apanya orang aku gendut gini ih, mas ngejek ya? " Kata Sarah dengan wajah tersipu malu.
" Kamu ga gendut ah tapi semok gemesin hahaha " Goda Dewa.
" Ih mas jangan ngejekin melulu lah" Jawab Sarah.
" Body kamu itu tipeku banget tau ga sih" Rayuan Dewa
" Masa sih mas? aku tuh ga PD lho mas kadang-kadang" Jawab Sarah.
" Kalau lihat p****t kamu ade ku jadi berdiri hehehe " Ucapan Dewa mulai menjurus nakal.
" Ih.. mas ih jorok ngomongnya, emangnya kalau lihat istri mas ga berdiri hehehe" jawab Sarah.
" Sarah.. kamu merasa aku membantu kamu ga sih? " Tanya Dewa tampak mulai serius.
" Iya sih mas banget.. banget pokoknya, aku aja sampai bingung gimana harus balas kebaikan Mas Dewa" Jawab Sarah.
" Kalau aku minta bantuan kamu kira-kira kamu bakalan bantu ga? " Tanya Dewa.
" Selama aku mampu, pasti aku bantu mas, memang mas mau aku bantu apa?" Jawab Sarah.
" Punyaku lagi keras banget ini ga ada pelampiasan" Kata Dewa.
" Hmmm.. maksudnya apa ya mas? " Tanya Sarah penasaran.
Percakapan terhenti sejenak, dan Sarah tampak penasaran dengan maksud Dewa.
Sampai tak lama kemudian notifikasi w******p berbunyi. Ternyata ada kiriman gambar dari Dewa, dan sontak Sarah terkejut karena gambar yang dikirim Dewa adalah gambar Mr.P Dewa.
Sarahpun terdiam dan melihat gambar itu, Mr.P Dewa tampak besar tebal dan panjang, dalam hati Sarah sebetulnya merasa b*******h melihat gambar itu. tetapi dia bingung harus membalas apa.
" Gimana Sarah? paham maksudku? " Tanya Dewa pada Sarah.
" Aku harus bagaimana ya mas? " Tanya Sarah bingung.
" Kamu mau kan layani aku? " Jawab Dewa.
" Layani bagaimana mas? Maksudnya berhubungan badan dengan mas? " Tanya Sarah.
" Iya.. kamu mau jadi simpananku? " Tanya Dewa.
" Mas Dewa.. aku ini kan bersuami mas, dan suamiku itu teman lama Mas Dewa sendiri" Jawab Sarah.
" Baiklah kalau begitu malam ini saja kamu bantu aku" Kata Dewa.
" Bagaimana caranya mas?" Tanya Sarah.
" Kamu masuk ke kamar mandi, buka seluruh pakaianmu, dan kita lakukan video call, aku mau kita bermasturbasi bersama" Jawab Dewa.
" Baik mas kalau begitu" Akhirnya Sarah mengiyakan permintaan Dewa.
Sarah menuju kamar mandi dan melepas seluruh pakaiannya.
Tak lama kemudian Panggilan Video Call muncul di ponsel Sarah, Sarah menerima panggilan itu.
" Ya mas... " ucap sarah.
" Hmmm.. kamu seksi sekali sayang.." Kata Dewa.
" Memangnya ini harus ya mas?" Tanya Sarah.
" Ayo.. remas payudaramu sendiri" Perintah Dewa pada Sarah, sedangkan tangan Dewa sambil mengocok sendiri Mr.P nya yang besar dan panjang itu.
" Iya mas.. oh..oh..." suara rintihan Sarah meremas remas payudaranya sendiri.
" Oh... Ayo terus sayang... oh..." Rintih Dewa menikmati pemandangan tubuh Sarah lewat video call.
" Iya mas.. oh.. enak mas.." Rintih Sarah sambil menaruh ponselnya di tempat sabun agar ia tidak harus memegangnya.
" Ayo kamu mohon ke aku untuk menyodok Mrs. V mu" Perintah Dewa.
" Ah.. Ayo mas.. masukin P mu mas.. oh.. oh.." Rintih Sarah sambil 2 jarinya ia masukkan ke Mrs. V nya.
" Oh.. terus mas.. oh lebih keras mas.. oh yes.." Rintih Sarah.
" Oh.. lebih enak mana P ku atau P suamimu jawab.. oh.." desahan Dewa dalan panggilan Video call itu.
" Oh.. yes.. enak punya kamu mas.. oh..oh... oh.. yes.." Teriak Sarah karena Sarah mendapatkan klimaks.
" Oh.. oh.. oh.. achk..." Dewapun akhirnya mendapatkan ereksi.
Dewa masih diam dan menonton Sarah dalam panggilan video call itu. Dan Sarah tampaknya masih ingin melanjutkan permainan walaupun Dewa telah keluar. Sarah terus menusuk nusuk Mrs V nya sambil melihat tubuh Dewa yang kekar, atletis dengan perut yang six pack, nafsu Sarah semakin menggila hingga akhirnya Sarah kembali mendapatkan klimaks kedua kalinya, dan akhirnya mereka berdua menyudahi panggilan video call malam itu.
Sarah keluar dari kamar mandi dalam keadaan rambutnya yang basah setelah mandi dan keramas, Pikirannya masih berkecamuk seolah-olah tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi, Ia merasa hina tapi entah kenapa ia juga merasa bahagia, Ia merasa memdapat perhatian khusus dari seorang laki-laki walaupun laki-laki itu bukan suaminya, Ia merasa Dewa begitu mengaguminya, senantiasa memuji kecantikannya, Hal yang jarang sekali dilakukan oleh Reyhan suaminya sendiri. Terduduk ia di Sofa dengan berpakaian daster batik dan dengan handuk yang masih membungkus rambut di kepalanya. Malam itu matanya serasa sulit sekali terpejam, Ia terngiang-ngiang betapa tampan seksi dan gagah seorang sosok Dewa, bahkan sekarang ia tidak percaya telah melihat pria itu telanjang bulat walaupun hanha lewat video call, Ia juga tidak percaya bahwa tubuhnya yang selama ini ia bungkus rapat dan hanya ia perlihatkan kepada suaminya, telah ia perlihatkan pada pria lain yang ia adalah teman suaminya sendiri. Sarah merasa Dewa adalah sosok pria impiannya yang datang terlambat, yaitu datang saat ia sudah menjadi milik Reyhan suaminya. Namun berbagai macam keadaan, kesulitan, seolah-olah membuatnya akhirnya mengagumi sosok pria lain, entah apakah karena materi ataupun ketampanannya ia sendiri belum yakin akan sebab dari semua itu. Yang jelas Dewa pria campuran Inggris Jawa itu telah membuat hatinya kembali berbunga-bunga setelah sekian lama romantisme tidak pernah lagi ia dapatkan akibat keadaan yang mendesaknya memikirkan hal lain selain hubungan antara pria dan wanita. Senyum senyum tipis terpancar di wajah Sarah saat banyak bayangan dan khayalan melintas di pikirannya tentang Dewa. Hingga akhirnya Ia pun tidak terasa larut dalam lamunan hingga tertidur di sofa ditemani televisi yang tetap menyala.