Malam Penuh Kenikmatan

2680 Kata
Seusai Sarah melayani Dewa di dalam mobil, Keduanya melanjutkan perjalanan sesuai rencana mereka menuju sebuah Hotel yang telah dibooking oleh Dewa. Mobil itu mulai memasuki sebuah hotel bintang lima di kawasan Jakarta Pusat. Sampai di di depan lobby Dewa dan Sarah turun dari mobil, Dewa memberikan kunci mobil pada petugas hotel untuk diparkirkan. Mereka berdua tampak lebih nyaman satu sama lain tanpa rasa canggung, bahkan Sarah berjalan sejajar dengan Dewa dengan tangan terselip di lengan Dewa layaknya seorang suami istri, rasa percaya diri Sarah mulai tumbuh bahkan telah meruntuhkan rasa kekhawatirannya jika ada orang yang mereka kenal melihat mereka sedang berdua memasuki sebuah hotel. Asumsi-asumsi negatif dan pandangan masyarakat sudah tidak lagi menjadi buah pikiran Sarah. Begitu pula dengan Dewa yang semakin larut menikmati kebersamaannya dengan Sarah, Dewa memang hanya memanfaatkan Sarah untuk melayani nafsu birahinya, tetapi sedikit demi sedikit mulai tumbuh rasa cinta di dalam hati Dewa setelah merasakan bagaimana Sarah melayani dan membuatnya begitu nyaman. Langkah mereka berdua telah sampai di depan meja resepsionis hotel, Dewa menunjukkan bukti pembayaran booking yang tersimpan di ponselnya kepada salah seorang resepsionis. " Baik pak silahkan duduk sebentar biarkan kami memeriksa kesiapan kamarnya" Ucap seorang resepsionis kepada mereka berdua. Sarah dan Dewa pun menuju sebuah Sofa yang letaknya tidak jauh dari meja resepsionis dan duduk disana. Mereka berdua duduk berdampingan dengan mesra sesekali Sarah menjatuhkan kepalanya bersandar di bahu Dewa. Tiba-tiba terdengar suara dering ponsel Sarah berbunyi. Sarah merogoh ponselnya yang tersimoan di dalam tas dan mengambilnya. Tampak di layar ponsel Sarah sebuah panggilan telepon dari Reyhan suaminya. " Halo.. mas.." Ucap Sarah di panggilan telepon itu. " Aku sudah sampai Surabaya, kamu baik-baik dirumah ya, tidak perlu terlalu keras bekerja" Ucap Reyhan dalam panggilan telepon itu. " Baik mas.., mas juga jaga diri disana ya, jangan sampai terlambat makan" Ucap Sarah. " Kamu lagi dimana sayang? " Tanya Reyhan. " Aku sedang keluar sebentar ke showroom mas, aku mau cerita sama kamu tapi takut kamu marah" Ucap Sarah. " Ke showroom? kamu beli mobil? " Tanya Reyhan. " Iya mas.., tanpa sepengetahuan mas, dari hasil usahaku selama ini aku kumpulin supaya aku bisa beli mobil jadi tidak perlu naik taksi online terus" Jawab Sarah. " Wihh.. keren kamu, beli mobil apa? " Tanya Reyhan. " Rahasia dong, nanti mas lihat aja deh kalau pulang, ngga surprise kalau aku sebutin sekarang" Ucap Sarah yang tampak gembira karena ternyata Reyhan tidak marah saat mengetahui Sarah memiliki sebuah mobil. " Iya deh, selamat ya sayang, aku bangga sama kamu, tidak sia-sia kamu bekerja keras selama ini, ya sudah aku lanjut pekerjaan dulu ya" Ucap Reyhan sambil mengakhiri panggilan telepon itu. Sarahpun serasa lega setelah menceritakan kepemilikan mobilnya pada Reyhan. " Si Reyhan ya? " Tanya Dewa. " Iya mas.." Jawab Sarah " Pinter banget ya kamu ngarang ceritanya hahaha" Jawab Dewa. " Ih.. Orang kamu gurunya.." Jawab Sarah dengan gemas sambil mencubit hidung Dewa. Tak lama kemudian Resepsionis menghampiri mereka berdua yang sedang duduk di Sofa itu. " Maaf bapak ibu.. kamarnya sudah siap jika ada barang bawaan bisa kami bantu" Ucap Resepsionis itu. " Oh ok deh, barang saya bawa sendiri saja cuman sedikit" Jawab Dewa sambil menerima kartu akses kamar dari resepsionis. Akhirnya mereka berdua beranjak dari lobby menuju ke kamar yang terletak di lantai 9 hotel itu. Memang bukan kamar terbaik di hotel itu yang Dewa pesan, karena Dewa juga tidak ingin terlalu menjadi pusat perhatian di hotel itu. Mereka berdua mulai melangkah menuju Lift. Saat itu karena bukan weekend maka Hotel itu tidak tetlalu ramai pengunjung. Sampailah mereka berdua di dalam lift dan naik ke lantai 9. Saat sampai di dalam kamar, Sarah langsung menutup pintu dan menyergap Dewa dengan ciuman di bibir, Sarah mendorong tubuh Dewa ke dinding hingga punggung Dewa tersandar, Sarah berusaha mengangkat wajahnya dan kakinya berjinjit karena tinggi badan Dewa yang jauh lebih tinggi dari Sarah, hingga Dewa harus menunduk untuk membalas ciuman bibir dari Sarah yang sudah berpautan di bibirnya. Tangan Sarah serasa sudah tidak sabar dengan kasar melepas satu per satu kancing kemeja yang digunakan oleh Dewa, Tidak seperti biasanya kali ini Sarah jauh lebih inisiatif, mungkin dikarenakan nafsunya sudah terpancing sejak melayani Dewa di mobil, namun rasa puasnya belum terpenuhi karena keadaan dan situasi yang tidak memungkinkan untuk berlama-lama. Kedua tangan Dewa memegang pinggang Sarah dan mulai mendorong maju selangkah demi selangkah hingga mendekati ranjang. Selangkah demi selangkah kaki mereka bergerak menuju ranjang berukuran king size yang masih tampak rapi dengan hiasan handuk berbentuk angsa. Kaki Sarah telah menyentuh bagian sisi ranjang dan akhirnya tubuh Sarahpun terdorong jatuh terlentang diatas ranjang, Tubuh Dewa mulai menunduk dan wajahnya mendekat ke arah leher Sarah, Bibir Dewa menjelajahi setiap sudut dari leher Sarah hingga mata Sarah terpejam merasakan rangsangan hebat yang melanda dirinya. " Ah.. esshh mas.." Sarah mendesah merasakan kemesraan yang dalam dari Dewa, tangannya merangkul punggung Dewa dan menariknya agar lebih merekat ke tubuhnya. Tubuh kekar Dewa mulai menindih tubuh Sarah, kedua tangan Dewa mulai menyentuh bagian d**a Sarah yang masih berbalut gaun serta berlahan meremasnya. " Oh mas.. aku mencintaimu." Ucap Sarah mengungkapkan perasaannya kepada Dewa yang semakin dalam. Mendengar kata-kata Sarah, Dewapun sejenak mendekatkan wajahnya ke wajah Sarah kemudian mengecup bibir Sarah. Sarahpun membalas ciuman bibir Dewa hingga kedua lidah mereka bertemu dalam pautan bibir yang beradu. Tak lama kemudian Sarahpun mulai melepas hijab yang menutupi kepalanya, hingga rambutnya terurai jatuh mengembang diatas ranjang. Sarah menarik tubuh Dewa dan membalikkannya terbaring di ranjang, Sarah mulai merangkak diatas tubuh Dewa yang terbaring, Wajahnya didekatkan ke d**a Dewa dan bibirnya mengecupi setiap sudut d**a Dewa yang kekar, Tangan Dewa meraih punggung Sarah dan menurunkan resleting gaun yang dipakai Sarah, sebagian dari bahu Sarah telah nampak terbuka dan Dewa segera mengarahkan bibirnya menciumi bahu Sarah, Berlahan-lahan Sarah melepaskan gaunnya hingga jatuh ke lantai, Kulit Sarah dan Dewa mulai bersentuhan, Dewa meraih pengait bra di punggung Sarah dan melepaskannya, nampak menggantung dua gunung kembar yang indah di hadapan wajah Dewa, Dewa mulai mengecup ujung ujung gunung kembar itu. " Esshh..oh.. mas.." Desah Sarah merasakan kecupan Dewa di ujung gunung kembarnya. Tangan Sarah mulai meraih celana Dewa dan membuka resletingnya, Jemarinya menelusup ke celana dalam Dewa dan meraih batang besar dan panjang milik Dewa yang sudah mengeras dan kaku, Sarah meremas-remasnya dengan lembut sesekali mengelusnya naik turun. " Oh..eshhh.. sayang.. enak sekali" Desah Dewa sambil menurunkan celananya hingga terlepas. Dewapun mengangkat badan dan mendudukkan diri sedangkan Sarah mulai turun dari ranjang dan mendekatkan wajahnya ke arah batang besar milik Dewa. Sarah menurunkan celana dalam Dewa hingga batang besar itu terlepas dan berdiri tegak di hadapannya, batang itu tampak kaku dan membesar tebal hingga hampir setengah lengan Sarah. Sarah membuka mulutnya dan berusaha memasukkan batang besar itu dalam kulumannya, mulutnya terasa terjejali barang yang begitu besar dan panjang hingga mendobrak tenggorokannya. kedua genggaman tangan Sarah digerakkan naik turun di batang besar milik Dewa itu, sedangkan ujung batang besar itu berada di dalam mulut Sarah. " Esshhh.. oh.. Sarah..kamu semakin pintar melayaniku..oh.. budakku..sshhh" Desah Dewa tak kuasa menahan kenikmatan yang diberikan oleh Sarah.Sarah terus mengulum batang besar milik Dewa itu sambil matanya melirik ke atas memandang wajah Dewa seolah ingin melihat ekspresi Dewa saat mendapatkan pelayanan dari Sarah. Sedangkan Dewa melihat ke bawah dan nampak di matanya Sarah begitu menggairahkan saat sedang mengulum batang besarnya. Batang besar milik Dewa sudah begitu keras dan tegak berdiri, Sarah menurunkan celana dalamnya dan segera memeluk Dewa, kedua kakinya naik ke ranjang dan Sarah segera mendekatkan dinding lubang kenikmatannya ke batang besar milik Dewa yang sudah berdiri, Berlahan-lahan Sarah mulai menduduki batang besar itu hingga sedikit demi sedikit masuk ke lubang kenikmatannya. Sarah menaik turunkan pinggulnya hingga batang besar Dewa itu akhirnya masuk menyentuh ujung lubang kenikmatan Sarah. " Essh.. oh.. Sarah nikmat sekali lubangmu, esshhh begini rasanya lubang seharga mobil mercy.. oh ssshhh.." Desah Dewa merasakan goyangan Sarah yang mulai beraturan. " Oh.. ssthhh ah.. mas.. besar sekali oh.. yes.. sshhh iya mas.. oh.. lubang ini milikmu mas.. kamu bisa gunakan sepuasmu..shhh oh.." Desah Sarah. Tangan Dewa sesekali meremas gunung kembar milik Sarah, dan bibirnya mengecupi ujung gunung kembar itu. Sarah semakin cepat menggoyangkan pinggulnya naik turun. " Achkk.. oh usshhh.. yess..ahcchh" Desah Sarah sambil matanya terpejam saat mendapatkan klimaksnya. Batang besar milik Dewa terasa memenuhi lubang kenikmatan Sarah hingga hanya dalam beberapa kali gerakan saja Sarah bisa mendapatkan klimaks. Sarah mengangkat pinggulnya dan melepaskan batang besar milik Dewa dari lubang kenikmatannya. Kemudian Sarah memposisikan dirinya membelakangi Dewa, kedua tangannya bertumpu di ranjang, tampak di mata Dewa sepasang bongkahan daging tebal yang terbelah dengan lubang kenikmatan yang seolah siap untuk menerima batang besar milik Dewa. Dewa segera mendorong batang besarnya itu kembali masuk ke lubang kenikmatan Sarah, Dewa mulai memompa maju mundur hingga tubuh Sarah bergoyang dan gunung kembar Sarah yang menggantung bergerak gerak. " Acchhkk.. mas.. besar sekali oh.. ssshhh" Ucap Sarah saat batang besar Dewa memompa menusuk lubang kenikmatan Sarah dari belakang. Dewa menepuk bumper belakang Sarah hingga memerah, dan sesekali meraih guning kembar Sarah yang menggantung dan meremasnya. Terdengar suara ponsel Dewa berdering namun Dewa tetap mengacuhkannya dan terus menggoyangkan pinggulnya maju mundur memompa lubang kenikmatan Sarah. " acchkk.. mas.. aku keluar oh.. oh.. essshhh" Desah Sarah saat mendapatkan klimaksnya untuk kesekian kalinya. Tangan Sarah sudah mulai gemetaran hingga terjatuh tak mampu menyangga tubuhnya lagi, Namun Dewa tidak berhenti menggoyangkan pinggulnya dan akhirnya kedua kaki Sarahpun tumbang Sarah telungkup tidak berdaya, Tetapi Dewa tidak menyerah Dewa membalikkan badan Sarah hingga sarah terlentang, kedua kaki Sarah diangkat keatas dan di taruh di kedua bahu Dewa. Dew mulai menindih tubuh Sarah dan kembali memasukkan batang besar miliknya ke dalam lubang kenikmatan Sarah hingga posisi tubuh Sarah terlihat terlipat, Wajah Sarah dan Dewa saling berhadap-hadapan dan sesekali keringat dari wajah Dewa menetes di tubuh Sarah. Dewa menompa kembali lubang kenikmatan Sarah hingga Sarah tak lagi berdaya. " Oh.. oh.. sshhh mas kamu kuat banget sih.." Desah Sarah yang semakin kehabisan tenaga setelah hampir satu jam Dewa menggarap tubuh Sarah. Dewa semakin cepat menggoyangkan pinggulnya memompa tubuh Sarah hingga akhirnya " Ahh..ssshhh oh.." Desah Dewa saat cairan kenikmatan Dewa tumpah di dalam lubang milik Sarah. Dewa sejenak menjatuhkan tubuhnya menindih tubuh Sarah. Merekapun terkapar di atas ranjang dan saling berpelukan serta sesekali berciuman bibir. " Mas.. aku senang sekali, terima kasih mas telah memuaskanku" Ucap Sarah Dewa hanya diam sambil membelai rambut Sarah. Sarah meraih remote TV dan menyalakannya untuk sedikit meramaikan suasana hening di kamar itu. " Mas tadi yang telepon siapa? mbak Ana? " Tanya Sarah. " Iya " Jawab Dewa. " Apa mas tidak mencoba menelpon balik? " Tanya Sarah " Tidak perlu, dia tau kalau aku tidak akan pulang malam ini" Jawab Dewa. " Bagaimana kalau mbak Ana tau tentang hubungan kita mas? " Tanya Sarah sambil menaruh tangannya diatas d**a Dewa. " Dia tidak akan mempermasalahkannya, sejak minggu yang lalu kami bersepakat tidak ikut campur urusan satu sama lain" Jawab Dewa. Sarahpun terkejut dan tidak mengerti apa maksud dari ucapan Dewa. " Maksud mas gimana? " Tanya Sarah " Ya aku bebas berhubungan dengan siapapun begitu pula dengan Ana, kami tetap bersama hanya agar orang tua kami tidak khawatir. Jawab Dewa yang menjelaskan bahwa sesungguhnya hubungan rumah tangganya dengan Ana tidaklah baik. Sarah merasa bingung apakah harus merasa senang atau merasa prihatin mendengar ucapan dari Dewa. Sarah merasa jadi leluasa berhubungan dengan Dewa tetapi di sisi lain Sarah juga merasa apakah pantas ia bahagia diatas penderitaan orang lain. " Kamu lebih baik beristirahat sebentar sebelum aku melanjutkan lagi persetubuhan kita" Ucap Dewa yang sedikit kesal karena Sarah tampak banyak bertanya. Sarahpun diam dan mengikuti ucapan Dewa, Sarah merasa apa yang telah dilakukan Dewa dengan semua bantuan dan pemberiannya, membuat Sarah merasa Dewa bebas melakukan apapun pada Sarah, termasuk menggunakan tubuh Sarah sesuka hati. Sarahpun tidak berani lagi menanyakan hal lain dan hanya berkonsentrasi melayani Dewa dengan segenap kemampuannya agar Dewa merasakan kepuasan darinya. Sarah segera beranjak dari Ranjang dan menuju meja dimana telepon tersedia disana, Sarah mengangkat gagang telepon dan memesan makanan untuk mereka berdua. " Mas aku siapkan makan dulu ya buat mas" Ucap Sarah. " Iya pesan saja sesukamu, aku akan makan apapun yang kamu pesan" Jawab Dewa sambil sejenak menutup matanya beristirahat dan kembali mengumpulkan tenaga. Tidak lama kemudian Sarah menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri, Sarah ingin tetap bersih dan wangi agar dapat melayani Dewa kembali, Sarah merasa apapun akan ia lakukan agar Dewa dapat terpuaskan. Setelah membersihkan diri Sarah keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk di tubuhnya. " Mas.. mas capek mau aku pijit? " Tanya Sarah kepada Dewa yang sedang memegang remote TV dan mengganti ganti acara TV. Dewapun langsung tengkurap dan memposisikan diri siap dipijat. " Ya tolong pijat yang enak ya" Ucap Dewa. " Iya mas.. " Jawab Sarah sambil mulai naik ke ranjang dan menyentuh punggung Dewa, Sejengkal demi sejengkal tangan Sarah memberikan pijatan di tubuh Dewa. Dewapun merasa nyaman hingga terkadang ia sejenak tertidur, sedangkan Sarah terus memijat tubuh Dewa dengan lembut. Tidak lama kemudian terdengar ketukan pintu kamar, Sarah telah menduga bahwa itu adalah pelayan hotel yang mengantarkan makanan. Sarah segera turun dari ranjang dan mengenakan kimono yang tersedia di lemari, Sarah segera membuka pintu kamar. " Maaf ibu ini makanan yang dipesan " Ucap petugas Hotel " Oh iya tolong taruh di meja" Ucap Sarah Petugas Hotel itupun menata makanan yang dipesan di meja kemudian Sarah memberikan uang kepada petugas hotel itu. " Ambil saja kembaliannya ya" Ucap Sarah sambil kembali menutup pintu kamar. Setelah petugas hotel itu keluar, Dewa dan Sarah pun segera menikmati makan malam mereka, Tidak lama setelah mereka makan Sarah mulai menggoda Dewa kembali, Ia duduk di samping Dewa, dan tangannya menyentuh batang besar dewa yang terbalit handuk, Sarah segera berjongkok di hadapan Dewa dan mengarahkan wajahnya ke arah batang besar Dewa, kedua tangannya menggenggam dan memainkan batang besar milik Dewa, serta tak lama kemudian Sarah mulai memasukkan batang besar itu ke dalam mulutnya. " Mas ingin dilayani seperti apa?" Ucap Sarah sambil tangannya terus memainkan batang besar milik Dewa. " Asshh.. oh.. aku ingin kamu jadi budakku malam ini" Jawab Dewa sambil mendesah merasakan perlakuan Sarah. " Iya mas.. nikmati tubuhku sepuas mas" Jawab Sarah sambil mulai berdiri dan melepaskan kimono yang dipakainya. Sarah telah melepas kimononya hingga tak sehelai benangpun menutupi tubuhnya, Sedangkan Dewa tampak tidak sabar lagi tangannya meremas kedua gunung kembar Sarah, Dan mulutnya diarahkan ke mulut Sarah dan mengulum bibir Sarah. Sarah membalas ciuman dari Dewa dan mendorong d**a Dewa hingga Dewa tersandar di Sofa, Sarah naik ke pangkuan Dewa dan segera menduduki batang besar Dewa yang sudah mengeras, berlahan Sarah mengarahkan liang kenikmatannya ke arah batang besar Dewa, sedikit demi sedikit Sarah mendorong pinggulnya kebawah sehingga batang besar milik Dewa masuk menelusup tenggelam di l**************n Sarah. " Uh..sssh...mas.. enak sekali oh.." Desah Sarah merasakan benda keras itu memenuhi liang kenikmatannya walaupun ia tak mampu menenggelamkan seluruhnya karena panjangnya. Sarah mulai menggoyangkan pinggulnya naik turun dan berirama. Sedangkan tangan Dewa tidak mau menyia-nyiakan buah kembar yang menggantung di hadapannya, Tangannya meremasi kedua buah kembar milik Sarah itu. dan tak lama kemudian terdengar teriakan Sarah yang mencapai klimaksnya. " Ah..ashhh..sshhh aku keluar mas.. oh..sshhh" Dewa beranjak dari duduknya dan merubah posisi di belakang Sarah, kedua lutut Sarah bertumpu diatas sofa sedangkan kedua tangannya ditaruh di sandaran Sofa, Dewa mulai mengarahkan batang besarnya ke arah lubang kenikmatan Sarah, tidak lama kemudian batang besar itu masuk menembus lubang kenikmatan Sarah. " Ah.. mas.. aku suka.. enak sekali.." Ucap Sarah sembari mendesah. Dewa mulai menggoyangkan pinggulnya maju mundur memompa lubang kenikmatan milik Sarah hingga Sarah mendesah meronta ronta. Tangan kanan Dewa meraih salah satu bukit kembar Sarah dan meremasnya sambil terus mempercepat pompaannya. " Achhk.. ahh.. terus mas.. oh yess.. mas.." Desah Sarah Dewa semakin mempercepat pompaannya sambil sesekali menampar p****t sarah. " Kamu suka hah..? " Tanya Dewa sambil terus memompa lubang kenikmatan Sarah dengan keras hingga tubuh Sarah terhentak. " Ahck.. mas.. oh oh aku keluar lagi esshhh ah.." Desah Sarah. Dan malam itu tanpa terasa mereka habiskan dengan melepaskan hasrat seolah tidak ada lagi yang mampu menghalangi hubungan gelap Sarah dan Dewa, Dan Sarah nampaknya semakin tidak mampu menolak pesona Dewa yang telah membuatnya tergila-gila.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN