“Rejeki anak baik pasti ada aja.” Suasana restoran yang sangat ramai itu berbanding terbalik dengan kondisi ruangan VIP yang begitu hening, bahkan dentingan alat makan yang saling beradu pun membuat Rani mendesah tidak suka. Dia sengaja merencanakan pertemuan ini untuk mendekatkan anaknya dengan Angel tapi yang dia dapat sekarang adalah Dewa hanya fokus dengan makanannya tanpa berniat untuk menatap Angel sedetikpun. "Gimana Pak Marvel? Bagaimana kondisi perusahaan setelah Dewa yang pegang?" Rani membuka suara membuat ketiga orang itu menatapnya. Marvel berdehem dan mengelap mulutnya dengan tisu, "Bagus, sangat bagus, saya sudah melihat kenaikan yang cukup signifikan. Saya harap kerja sama ini bisa terjalin lebih erat lagi." "Tentu saja!" Rani tertawa dan mengelus bahu Dewa pelan. Ha

