“Ketika bibir bertentangan dengan perasaan hati.” Dewa menghentikkan mobilnya tepat di depan kafe, matanya menoleh ke arah Angel yang duduk di sampingnya. Terlihat wanita itu menatap kafe dengan bingung. Tujuan awal yang ingin makan siang bersama di restoran mewah malah berakhir di kafe yang terlihat ramai siang ini. "Kenapa kita ke sini?" tanya Angel dengan bingung. Dewa melepas sabuk pengamannya dan keluar dari mobil. Angel yang melihat Dewa hanya diam saja memilih untuk ikut keluar dan berdiri di samping pria itu. "Kenapa, Wa?" Dewa menghela nafas kasar dan menoleh ke arah Angel, "Kita ke kafe nggak papa 'kan? Aku males makan di restoran." Angel hanya mengulum bibirnya dan mengangguk patuh. Melihat Dewa yang acuh padanya membuat Angel ingin mundur saja rasanya. Dia tahu dengan

