Chapter 37

1838 Kata

“Kalau udah ada yang pasti kenapa harus nanti-nanti.”   Dewa menatap tiga pasang mata yang ada di hadapannya dengan serius. Dia baru saja mengungkapkan keinginannya tentang masa depannya tadi. Dewa harap keluarganya, terutama ibunya menerima permintaannya itu. Memang terlalu cepat, tapi Dewa sudah sangat yakin dengan keputusannya. Dia benar-benar ingin memiliki Qilla seutuhnya. Tidak ada salahnya bukan jika ia ingin serius? "Lo serius Mas? Kalian pacaran belum ada seminggu loh," ucap Angga dengan tidak percaya. "Ya nggak langsung nikah lah Ngga, aku juga harus tunggu Qilla lulus kuliah." Rani terdiam menatap air putih yang terlihat lebih menarik dari pada Dewa saat ini. Jujur saja, dia memang menyesal dengan semua perbuatannya dulu, tapi dia masih belum yakin dengan keputusan anaknya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN