Chapter 24

1793 Kata

“Buat apa hidup kaya kalau nggak bahagia.”   Dewa mengelus dagunya sambil mendengarkan informasi yang keluar dari mulut wanita di depannya dengan serius. Telinganya masih aktif untuk mendengarkan semua apa yang dikatakan oleh sekretaris Marvel. Sesekali kepalanya juga mengangguk sebagai tanda jika dia sudah paham dengan apa yang tengah dibicarakan. "Jadi Dewa, kerjasama ini bukan main-main. Uang yang saya berikan bukan main jumlahnya, jadi saya juga mengharapkan banyak keuntungan di sini,” jelas Marvel tanpa basa-basi setelah sekretarisnya telah selesai menjelaskan bentuk kerja sama mereka. Dewa mengangguk dan menutup map yang sempat diberikan Marvel tadi, "Saya paham, saya berterima kasih kepada Anda, Pak Marvel. Bapak benar-benar membantu kondisi perusahaan saya yang seperti ini. Se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN