Chapter 23

1708 Kata

 “Hampanya hati terasa menyiksa.”   Dewa berdiri di samping jendela kamarnya sambil menatap pemandangan kebun belakang rumahnya yang sangat gersang. Dia berbalik dan berjalan ke arah meja, diambilnya sebuah dasi di sana dan memakainya. Semua telah kembali seperti dulu, Dewa tidak menyangka jika secepat ini dia akan kembali ke rumah neraka ini. Rumah besar yang tidak mencerminkan kehangatan sama sekali. Ibunya tidak berbicara apapun padanya selama seminggu ini, tapi wanita itu tetap mengawasinya. Terbukti dengan banyaknya penjaga yang sedang berjaga di sekitar rumah. Bahkan Dewa tidak bisa keluar dari rumahnya sendiri, benar-benar gila! Qilla, entah kenapa Dewa merindukan gadis itu. Gadis yang selalu menemaninya dalam kesendirian. Gadis yang mewarnai hidupnya dalam kegelapan. Gadis yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN