“Klarifikasi berujung sakit hati.” Suasana makan malam berjalan sangat hening ketika tidak ada yang mulai membuka suara. Angga yang cerewet pun lebih memilih untuk diam, berbeda dengan Andra yang memang pendiam dari dulu. Dewa sedikit terusik dengan apa yang terjadi pada Angga. Dia ingin bertanya tapi terlalu malas karena menurutnya itu juga tidak terlalu penting. Mereka makan dengan diam sampai piring Andra kosong dan berlalu lebih dahulu ke kamarnya meninggalkan kedua anaknya yang masih berada di ruang makan. Mulut Dewa gatal melihat tingkah Angga yang masih saja diam tanpa menatapnya sedikitpun. "Angga?" Panggil Dewa akhirnya. Angga hanya menatap kakaknya malas dan menghela nafas kasar. Hal itu membuat Dewa bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Apa dia melakukan kesalahan sampai

