Happy Reading ^_^ Sejak dirinya tiba di Selandia Baru, Chrystal merasa kalau dirinya sudah mandiri atas dirinya. Dia akan bertahan di atas kakinya sendiri untuk menopang kehidupannya selanjutnya. Tanpa Christopher atau pun tanpa bantuan kedua orang tuanya. Tapi siapa sangka kalau ternyata semua itu tidak seperti yang dia bayangkan. Bodohnya dia karena merasa bisa mandiri hanya dengan mengandalkan penjualan tas-tasnya. Memang benar kalau tas-tasnya selalu berasal dari merek ternama, tapi uang yang akan dihasilkan tetap tidak akan banyak. Itu hanya sebuah tas dan sudah pernah dipakai pula. Mungkin cukup untuk modal sesuatu, tapi tidak untuk bertahan hidup selama mungkin. Dan bodohnya Chrystal karena percaya perkataan Rossy mengenai uang hasil penjualan tas-tasnya yang cukup untuk kehidup

