Happy Reading ^_^ *** Setelah perdamaiannya dengan kedua orang tuanya, Chrystal tak henti-hentinya mengucap syukur. Langkahnya yang berat pada saat pergi tadi terbayar lunas dengan semua keringanan yang dirasakan tubuhnya sekarang ini. Langkahnya, helaan napasnya, sampai beban hatinya--semuanya benar-benar sudah seringan kapas. Bahkan dari caranya mengemudi sore ini pun terlihat betapa tidak ada bebannya dia saat ini. Tapi ketenangan Chrystal terusik saat ponselnya berdering. Dari layar screen-nya, Chrystal tahu kalau Christopher-lah yang menghubungi. Dan belum juga diangkat, tapi Chrystal merasakan kalau ini bukanlah pertanda yang baik. Dia merasakan alarm buruk berdenging dengan kerasnya. "Halo," kata Chrystal setelah membiarkan panggilan itu berbunyi agak lama terlebih dahulu. Ya, d

