Jess berdiri di balkon apartment nya, malam hari pemandangan kota dengan kerlap-kerlip lampu berbagai warna seperti bintang yang berjatuhan lalu ditebar di atas permukaan bumi. Langit pun seolah malu pada bumi yang memiliki kerlip indah nan menawan hingga tak nampak satu pun bintang yang berkerlip di langit malam. Hanya langit dengan kegelapan nya. Angin malam yang dingin menerpa rambut pirang panjang nya. Ia memejamkan mata nya, merasakan angin malam berhembus menerpa wajah nya, membiarkan dunia khayal menyeretnya sejenak. Lalu sebuah senyum terukir di wajah cantik nya. "Sebentar lagi kau akan jadi miliku, Alfard". Bisik nya penuh tekad. Dengan tangan kanan menggenggam handphone nya, sebuah video sedang dimainkan. Lalu ia mengetik sesuatu dan dengan senyum penuh kemenangan ia mene

