Part 41. Before The Light Outs

2345 Kata

Al menyesap kopi hitam nya pagi ini. Di hadapan nya sudah tersedia breakfast set menu pilihan chef di rumah mereka. Multigrain and white toast, chicken sausages, cheese omelet, salad, milk and orange juice. Semua terlihat enak dan bergizi tinggi tapi sayang nya, orang yang duduk di hadapan nya kini terlihat tidak menyentuhnya sama sekali. Bahkan cenderung terlihat menatap makanan ini malas-malasan.   “Tita. Makan lah. Setelah itu kita ke dokter”. Al berbicara dengan datar.   Satu hal yang Tita sebal dari suami tampan nya ini. Al selalu berbicara datar yang terdengar seperti perintah di telinga Tita. Bukan kah itu menyebalkan?   “Aku tidak nafsu makan”. Kata Tita pelan.   “Kau makan bukan untuk dirimu saja, Tita”. Al berkata masih dengan intonasi yang sama. Datar.  Tapi kenapa ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN