"Ke mana saja kamu semalam?" tanya Pamungkas ketika melihat Naya turun dari kamar saat pagi tiba. Pamungkas melihat anaknya sudah siap dengan seragam sekolahnya, tentu saja Naya tidak akan bisa lepas darinya. Apakah dia pikir dengan adanya tamu kemarin malam maka akan membebaskan anak itu dari masalah? Jangan harap. Maka dari itu Pamungkas sengaja menunggu kedatangan anak perempuannya itu dari atas untuk menanyakan hal tersebut. Beberapa kali ini Pamungkas sering mendapati Naya pulang larut malam, entah apa yang dilakukan anaknya itu sepulang sekolah. "Ayah, apa maksud ayah?" tanya Naya dengan suara gemetar, Pamungkas terlalu menyukai respon anaknya yang ketakutan ketika berada di dekatnya. Pamungkas yang awalnya duduk di meja makan langsung bangkit dan berdiri tepat di depan Naya. "Ke

