"Jadi, mama papa kamu nggak di rumah Gen?" Mata Naya menyipit seiring motor Gentala yang terus melaju menerpa angin. Siang menjelang sore yang dinikmati Naya karena udara begitu sejuk dan cuaca sangat cerah, Gentala tadi berkata sebelum mengantar Naya ke rumahnya dia ingin mengajak Naya untuk singgah di rumah makan sejenak menyusul teman-temannya yang sudah ingin mengirimi Gentala teror. Awalnya Naya menolak karena tidak ingin merepotkan Gentala, namun dengan segala aksi paksa-memaksa dari Gentala, Naya nurut deh akhirnya. "Iya, udah beberapa bulan ini mereka nggak balik ke rumah jadi gue cuman sama kakak gue doang. Kalau lo Nay? Gue sering lihat lo diantar cowok, itu kakak atau adik lo?" tanya Gentala. Sore ini dia sudah banyak sekali mengeluarkan suara, Gentala rasanya ingin sekali m

