"Dimasss, udah pagi kamu nggak mau sekolah?" teriak Naya dari balik pintu kamar Dimas yang masih rapat terkunci padahal jam sudah menunjukan pukul setengah tujuh pagi. Pagi ini Naya kembali menghampiri Dimas dan ingin meminta maaf kembali akibat kecerobohannya kemarin yang membuat Dimas murka. Waktu semalaman sudah cukup membuat Naya puas menangisi nasibnya sendiri sampai kedua matanya membengkak karena terus menangis sampai pukul tiga pagi dan baru tertidur setelahnya. "Dimass!" Setelah beberapa kali panggilan dari luar akhirnya pintu kamar Dimas terbuka dan menampilkan adiknya itu dengan kaos hitam celana pendek khas belum mandi. Rambut Dimas juga masih terlihat acakan serta wajahnya ketekuk baru bangun tidur. Dimas yang memang sedang marahan dengan kakaknya itu hanya menatap Naya deng

