Naya berjalan menaiki tangga satu persatu menuju lantai atas di mana ada kamarnya dan kamar Dimas di sana. Walau keadaan belum memungkinkan namun Naya ingin mencoba menghampiri Dimas dan menanyakan perihal masalah yang sedang terjadi. Apakah Dimas benar-benar marah kepadanya? Naya juga belum paham dengan kejadian barusan, bagaimana bisa Dimas mengenal Chandra? Saat sudah sampai di depan kamar dengan pintu berwarna cokelat itu Naya mulai ragu, apakah tidak apa mengganggu Dimas untuk malam ini? Atau nanti saja ya? Namun rasa penasaran ini terlalu membuncah sampai akhirnya Naya mengetuk pintu dengan punggung tangannya yang mengepal. Tok Tok Tok. "Dimas!" Tak ada sahutan dari dalam membuat Naya mendekatkan telinga pada daun pintu. Naya mencoba mengetuk sekali lagi namun tetap tidak ada bal

