"Nay, kamu benar-benar nggak merasa sakit? Luka kamu ini cukup dalam, aku antar ke rumah sakir ya Nay?" tanya Chandra perhatian dan cemas sekaligus, hal tulus yang terpancar dari aura Chandra membuat Naya melebarkan senyumnya. Jika bisa mengenal orang setulus ini, rasanya Naya tidak ingin menyia-nyiakan. Naya harus membalas kebaikan Chandra bagaimana pun caranya, walau Naya tidak berlebih dalam segi materi minimal Naya pasti akan memperlakukan Chandra dengan baik. "Kak Chandra, aku serius nggak apa kok kak. Luka ini nggak terlalu sakit jadi kakak bisa obati aku seperti biasa aja, nggak perlu dibawa ke rumah sakit," ucap Naya sambil menepuk pundak Chandra untuk menghilangkan raut khawatir di wajahnya. "Siapa yang buat kamu seperti ini Nay? Perempuan tadi?" tanya Chandra, tangannya kembali

