Tepat saat langkah Naya berhenti di anak tangga terakhir, Naya dikejutkan dengan kehadiran Dimas yang sedang menunggunya di meja makan. Saat Dimas melihatnya, dia melambaikan tangannya seolah memanggil Naya untuk duduk bersamanya di meja makan. Namun, Naya juga melihat ada abangnya di sana. Mendadak Naya jadi gugup. "Ck, sini Nay," Dimas memanggilnya lagi. Pada panggilan kedua Naya baru melangkahkan kakinya mendekat ke meja makan. Mata Naya tidak fokus dan terus melihat ke arah Bakara yang mengunyah dalam diam, saat akhirnya Naya menarik kursi di samping Dimas untuk diduduki, Bakara langsung bangkit dan berjalan kembali ke dalam kamarnya. Hati Naya berkedut sakit dan pandangannya tidak lepas dari punggung abangnya yang perlahan semakin menjauh. Tarikan pada lengan Naya menyadarkannya, D

