“Uang yang kemaren lu kasih ke gw, udah langsung gw bayarin untuk beli rumah yang lu mau itu, ya, Ri. Sertifikat dan bukti pembayarannya udah gw titipin ke Tante. Kita bisa tetanggan donk, ya, nanti.” Ucap Lexi menjelaskan. Karena ketika kemarin, sebelum aku diculik oleh Dimas dan komplotannya, aku menitipkan uang yang ada di rekeningku, juga tambahan uang dari Kakak. “Kalo udah beres urusan sama Dimas begini, saran gw, beresin deh urusan proyek-proyek lain yang membahayakan. Kerjain aja proyek-proyek sederhana, yang jelas peruntungannya untuk apa, siapa pemilik proyeknya, uangnya. Biar gak kejadian lagi kayak begini.” Lagi-lagi aku hanya mengangguk, setuju dengan ucapan Lexi. Setelah sampai di depan rumah, rupanya Tante sedang menyiram tanaman kesayangannya. Melihat mobil Lexi datang, bel

