Lama aku terdiam di ruangan ini, mencoba untuk mencari celah dan jalan keluar. Yang pasti aku harus membuka dulu ikatan yang ada di kedua tangan dan kakiku ini. Tiba-tiba pintu dibuka secara kasar, “Ada hubungan apa kamu sama Lexi?” daguku ditarik oleh Delisa, aku diam, tidak menjawab. “Cepat jawab, ada hubungan apa kamu sama Lexi?” dan aku masih bergeming, “Kamu akan sangat menyesali tindakanmu ini.” Dan Delisa mengenyahkan tangannya dari daguku. Mas Dimas masuk dengan wajah memerah, mungkin dia sedang marah atau kesal. “Tadinya, aku tidak mau tau urusan dan latar belakangmu, Ri. Aku sudah melepaskanmu dari proyek ini. Maksudku, setelah data base beres, sisanya bagian aku dan Viko yang mengerjakan. Tapi ketika aku tau kamu ada hubungan dengan Lexi, aku tidak akan membiarkanmu lepas begitu

