It's My Dream, Not her!

1504 Kata

Rahasia di Koper Suamiku Bab 36 "Hei, buka pintunya Sayang! Ini handukmu." Rehan mengetuk pintu. Dengan teriakan yang berulang-ulang. "Kenapa harus malu? Aku sudah tahu semuanya Sayang," pekiknya lagi. Aku tepuk jidat dibuatnya. Menyesalkan kecerobohan ini. Pintu sedikit kubuka lalu kuulurkan tangan. "Mana handuknya?!" sentakku. "Nih." Tak berselang lama. Handuk terasa ia sampirkan di tanganku. Cepat kututup pintu hingga menimbulkan suara derit yang memekak di telinga. Selesai melilitkan handuk hingga ke atas d**a. Dengan d**a berdebar terpaksa aku ke luar dari kamar mandi ini. Namun, kulihat Rehan sudah tak ada dalam ruangan. Entah ke mana dia? Perasaan baru aja kasih handuk ke aku. Tapi sekarang batang hidungnya sudah tak kelihatan. Tak apa, lebih baik jika dia tak ada di kama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN