Rahasia di Koper Suamiku Bab 32 Cup! "Ini imbalannya." Pipiku dikiss oleh Rehan secepat kilat. Mungkin takut ada ngelihat kali, makanya cepat begini. Tapi yang bikin heran, bisa aja ini orang curi-curi ciuman di sembarang tempat. Padahal di rumah kan juga bisa. Aaaa, tapi perlakuannya bikin pipi bersemu menahan malu yang bercampur dengan bunga-bunga bermekaran dalam hati. Aku buru-buru menegakkan badan untuk segera ke luar dari mobil karena posisi setengah badanku berada di luar. Duk! "Aduh!" Aku meringis sakit setelah kepala bagian belakang terpentok bagian atap mobil. "Kamu nggak pa-pa? Mana yang sakit?" Rehan gegas panik dan melepas sabuk pengamannya. "Aku nggak pa-pa kok. Tapi yang salah badan mobilnya kenapa bisa mentokin kepalaku yang nggak salah apa-apa," sungutku semba

