Skenario Rumit

1103 Kata

RAHASIA DI KOPER SUAMIKU Bab 22 Entah, evakuasi tubuh mungil Albert berjalan berapa lama. Yang ada dalam benakku hanya cemas, cemas dan cemas. Bukan aku ada rasa sama anak itu. Hanya saja rasa kasihanlah yang mendominasi isi ulu hatiku. Ya, kurasa ini manusiawi. Tubuh mungil yang bersimbah darah terlunglai dalam bopongan lelaki dewasa. Aku berinisiatif untuk membawanya ke rumah sakit lebih dulu. Karena Intan dan Rahmad masih berada di dalam mobil. Badan mereka terhimpit dan sangat susah di keluarkan. "Pak, tolong bawa anak kecil ini ke mobil saya, biar saya bawa ke rumah sakit lebih dulu," kataku was-was. "Baik, Mbak." lelaki berbadan gempal itu langsung membawa Albert merangkak naik menuju mobilku. Sesekali nafasnya tersenggal. Karena medan curam yang lumayan miring. Akhirnya A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN