RAHASIA DI KOPER SUAMIKU Bab 23 Tanah kuburan yang masih basah bertabur beraneka macam bunga. Dua gundukan tanah itu berisi jasad Intan dan Rahmad. Keduanya dimakamkan bersisian. Kutatap lama dua batu nisan yang bertengger di pusara. Semoga kalian tenang di alam sana. Rahmad, Intan, aku sudah memaafkan semua kesalahan yang pernah kalian perbuat di hidupku. Kuhembuskan nafas panjang. Dengan langkah gontai aku pergi meninggalkan TPU setempat. Aku kembali ke rumah sakit. Dikarenakan masih ada Albert yang harus kuurus. Jika Albert bukan aku yang bertanggung jawab. Lalu siapa lagi, dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini. Mas Hakam, dia bukan Ayah kandungnya. Aku terlarut dalam pikiran yang mengitari kepala. Berpikir bagaimana ke depannya. Apakah Albert harus aku berikan

