Skandal Bu RT (3)

1167 Kata

Namun dalam sorot matanya, jelas terlihat, ketegangan barusan hanya membuat gairahnya semakin menyala. *** Sore itu, Johan baru saja berangkat lembur. Mirna berdiri di balkon, menatap mobil suaminya yang semakin menjauh. Di dadanya ada rasa lega bercampur cemas. Bel apartemen berbunyi. Mirna menahan napas, melirik ke jam dinding. Baru setengah jam Johan pergi. Dengan hati-hati ia mendekati pintu. Melalui lubang intip, terlihat seorang pria berjaket hitam dan bermasker. Sekilas asing, tapi sorot matanya membuat Mirna langsung mengenali. Heru. Mirna buru-buru membuka pintu sedikit. “Cepat masuk, jangan sampai ada yang lihat,” bisiknya. Heru melangkah masuk, menutup pintu di belakangnya. Ia menurunkan maskernya, tersenyum nakal. “Aku tidak bisa menahan diri, Mirna. Aku harus menemuimu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN