Hasrat Liar Ibu Kost (7)

1315 Kata

Saat itu, Didit melewat. Mereka tak bicara, hanya bertukar anggukan. Tapi dari ujung mata, Ana bisa merasakan pandangan itu... mengikuti langkahnya, melekat, dan tak lekas beralih. *** Ana mulai bisa bernapas lebih tenang. Hari-hari terakhir seperti awan kelabu yang perlahan menjauh, menyisakan langit yang belum sepenuhnya cerah… tapi tak lagi gelap. Didit dan Puka menepati janjinya. Mereka tak lagi mendekat, tak lagi mengirim pesan-pesan ambigu, atau meminta waktu untuk bicara. Mereka kembali menjadi penghuni kos biasa, yang membayar separuh harga sesuai kesepakatan. Untuk sementara, semuanya seperti kembali ke tempatnya. Meski begitu, Ana tahu bahwa sesuatu yang retak jarang benar-benar utuh kembali. Ia mulai terbiasa dengan rasa was-was yang menyelinap di sela-sela rutinitas haria

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN