Perut Mirna membuat posisi mereka berbeda dari dulu. Heru tak menindihnya, melainkan membiarkan Mirna berbaring menyamping, sementara ia mendekap dari belakang. *** Sejak peristiwa malam itu, rumah tangga Mirna dan Johan berubah drastis. Apartemen mereka yang biasanya hangat dengan obrolan sederhana kini terasa dingin, seakan semua keceriaan telah direnggut. Mirna lebih sering termenung. Ia duduk lama di tepi ranjang, memeluk lutut, menatap kosong ke lantai. Johan, di sisi lain, tenggelam dalam perasaan bersalah. Ia merasa gagal menjadi pelindung. Ia mengingat malam itu berulang kali: bagaimana seorang pria bercadar menyetubuhi istrinya, sementara dirinya sendiri tak berdaya di tangan seorang asing. Setiap bayangan itu muncul, hatinya terasa diremas. Suatu malam, Mirna mencoba bicar

