Berselisih Lagi

1392 Kata

POV Author Dalam hati Zara tak tega melihat Davin mengiba. Itu bukan bagian dari dirinya. Bukan salah Zara memang. Wajar jika Zara marah. Bahkan wanita itu tampak tegar meski Davin sengaja mengoyak hatinya. "Bagiamana? Supaya kamu juga tau seperti apa pekerjaanku jika bersama dengan Avril." "Oke," jawab Zara singkat. Dalam hati sebenarnya tidak yakin akan keputusannya, tetapi bukankah akan lebih baik membuktikan sendiri, daripada terus menebak-nebak kedekatan suaminya dengan Avril? Akhirnya, Zara membiarkan Davin tak melepas pelukan, hingga beberapa saat. Itu adalah pelukan terlama yang pernah ia rasakan. “Kita makan di luar? Aku punya tempat favorit di sini.” Davin membawa Zara ke bibir ranjang agar lebih enak berbicara. “Aku lagi enggak berselera.” “Aku jamin, kamu pasti menyuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN