Ketahuan

1721 Kata

POV Zara Annisa *** Tidak semenakutkan pikiranku, ternyata semua berjalan tanpa beban. Naluri menuntun alam bawah sadar untuk menyalurkan kenyamanan menuju satu titik. Aku malah seperti tidak mengenali kaum adam yang sedang mengajakku bermain rasa. Dia sangat lembut dan jauh dari k********r. Aku diperlakukan seperti sekuntum bunga mawar yang dijaga benar agar kelopaknya tidak berguguran oleh karena tiupan angin yang kencang. Davin bisa menguasai diri, sehingga momok menakutkan itu tidak terjadi. Aku berdiri di depan cermin kamar mandi. Mengelap rambutku yang basah sambil memperhatikan bayang di sana. Davin meninggalkan beberapa bekas cumbuannya di bagian leherku. Tampak sekali, sehingga membuatku tersipu malu hanya dengan mengingatnya saja. Davin, ternyata tak seburuk yang aku kira.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN