Ada Apa dengan Zara?

1366 Kata

Davin tak beranjak dari ruangannya selama ada Zara di dalamsana. Ia memilih menyelesaikan pekerjaan di hadapan wanita itu, sambil sesekalimengobrol. Davin sendiri merasa heran, entah sejak kapan ia mulai nyaman denganZara. Bahkan, terdengar gelak tawa keduanya. Davin sengaja menyerahkan sisa pekerjaan yang belum tuntaskepada Iis. Melihat Zara, ia jadi tak ingin menyia-nyiakan kesempatan langka.Kan jarang-jarang Zara ikut ke kantor, pikirnya. “Mau ngopi sambil duduk di taman belakang?” Tiba-tiba Davin menawarkan diri. Zara yang semula sibuk membaca-baca beritadari ponselnya langsung mengalihkan perhatian. “Di tempat kemarin?” Zara menunjuk arah luar, karena iamengingat-ingat satu tempat yang pernah ditunjukkan Davin saat pertama datangke kantor itu. “Iya,” jawab Davin. Tanpa menungg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN