Farhan mengikuti langkah papanya. Ia berjalan lebih santai sambil mengamati resort bergaya modern itu dengan pandangan takjub. Pandangan terhadap sosok Davin sedikit berubah. Diam-diam, ia membenarkan ucapan papanya tentang diri pria itu yang mahir di bidang bisnis. Terlihat dari resort yang kini Farhan datangi ternyata tak lepas dari campur tangan sang cucu pemilik resort ini. Seorang pegawai menyambut mereka. Mengarahkan ke sebuah ruangan di mana Davin sudah menunggu di sana. Farhan menatap lurus, bersamaan pintu ruangan yang sengaja dibuka oleh seorang pegawai lainnya. Sejurus, Farhan langsung menangkap sosok Davin. Tetapi kemudian, pandangannya beralih. Sekarang, ia lebih terfokus pada seseorang yang duduk di sebelah Davin.Zara. Farhan menebar senyumnya sekilas pada Davin, kemudian

