KEPUTUSAN PENTING!

2406 Kata

Kediaman Halim, Pagi Hari Liora masih terlelap. Ia berguling sedikit, rambutnya mengembang di bantal, napasnya tenang, sampai sebuah suara lembut memecah keheningan. Tok tok Pintu terbuka perlahan. “Nona Liora, selamat pagi.” Liora mengerjap, masih setengah sadar. Ia duduk pelan, selimut melorot dari bahunya. Di depannya berdiri tiga pelayan perempuan dengan seragam abu-abu elegan, rambut mereka disanggul rapi. Di belakang mereka, ada trolley berisi setumpuk pakaian, aksesori, dan kotak-kotak kecil. Liora langsung bengong. “Sa-saya … bisa sendiri, kok,” katanya sambil mengusap mata. Pelayan yang lebih tua tersenyum lembut, tapi ada nada tegas profesional di suaranya. “Maaf, Nona. Ini perintah langsung dari Tuan Nikolas.” Liora membeku. Perintah … dari Opa? Pelayan yang satu la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN