“Tunggu dulu.” Rain membeku. Satu langkah yang tadi sempat ia ambil untuk mendekat ke Liora langsung berhenti. Matanya sedikit melebar campuran shock, waspada, dan what the hell just happened tercampur jadi satu. Di sampingnya, Liora ikut menoleh ke arah Nikolas, alisnya naik pelan. Nikolas menyipitkan mata, nadanya setenang investor yang baru saja memotong proposal ratusan miliar. “Saya bilang ‘terima kasih’ itu bukan berarti saya sudah menyetujui hubungan kalian.” Rain merasakan jantungnya jatuh. Serius—seperti anjlok ke dasar sepatu kulitnya. Samudera sempat batuk pelan, pura-pura sibuk melihat dokumen padahal dia mau nahan tawa. Liora ngecek ekspresi Rain sekilas … dan nyaris ketawa saking lucunya. Soalnya wajah Rain? Persis kayak anak kecil yang baru saja diberitahu kalau maina

