Rain melangkah mendekat, langkahnya tenang tapi ada sedikit kegugupan halus yang cuma Liora bisa baca. Ia duduk di sampingnya di sofa, jarak yang … astaga, dekat banget. “Maaf lama,” Rain berkata pelan, suara baritonnya terdengar lebih berat dari biasanya. Liora menoleh, senyum kecil yang malu-malu tapi hangat, muncul di wajahnya. “Nggak apa-apa.” Rain ikut tersenyum, lalu Liora menekan tombol play. Dan tanpa pikir panjang, tanpa kasih Rain kesempatan buat siap, Liora menyandarkan kepalanya ke d**a Rain. DEG Rain refleks memeluknya lembut. Pelukan yang posesif sampai Liora bisa merasakan detak jantungnya. Kencang, sama liarnya dengan degupan jantungnya sendiri. Film dimulai. Opening balapan motor yang intens. Asap, lampu strobo, suara mesin. Tokoh utama pria muncul dengan aura badas

