Bab 121

1642 Kata

Vania Mendengar perkataan Azka, segera aku minta beberapa orang Arvad untuk datang ke sini dan menjaga anakku. Sementara aku dan Om Amar pergi ke suatu tempat untuk membicarakan masalah ini. Karena tidak mungkin kami membiarkan Azka mendengar percakapan orang dewasa. Aku dan Om Amar pergi ke restoran Arvad melewati jalan rahasia hingga kami sampai dia sebuah ruangan. Tempat ini memang selalu digunakan kepala Arvad dulu untuk beristirahat. "Jangan-jangan kamu kepikiran dengan perkataan Azka?" tebak Om Amar dan aku hanya mengangguk. Tentu saja aku kepikiran. Mas Bagas adalah suamiku dan katanya dia masih sangat mencintaiku. Begitu juga denganku. Cinta ini memang pernah hilang, tapi tidak lama dia kembali. Bahkan lebih besar dan kuat seperti sebelumnya. Makanya meskipun sekarang aku meli

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN