Bab 122

1662 Kata

Bagaskara Kini, aku berdiri di sebuah tempat yang aku impikan sejak dulu. Ingin rasanya aku mengajak Vania dan Azka juga, sayangnya untuk sekarang aku tidak bisa. Apalagi pilihanku membuat kita untuk sementara tepaksa berpisah. Ombak kecil menyapu pasir putih, lalu menyentuh kakiku. Sementara kedua netra ini hanya bisa melihat ke arah matahari yang tengah tenggelam. Benar-benar impianku sejak kecil. Beberapa waktu ini, aku terpaksa menjauhkan diriku dari istri dan anakku ataupun keluarga yang lain. Karena hanya dengan melakukan ini, aku jadi tahu seberapa besar kemampuan Vania dalam menyelesaikan semua permasalahan yang ada. Semuanya aku lakukan bukan untuk Gion, tapi untuk Vania. Karena beberapa minggu yang lalu, aku bertemu dengan kakeknya Vania. Beliau adalah ayah dari Arian, papany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN