Bagaskara Karena Vania tetap kukuh meminta masuk dan duduk di dekat mereka, aku terpaksa menyamar. Tentu Vania melakukan hal yang sama karena ide penyamaran ini juga darinya. Ada rasa tidak nyaman menggunakan pakaian seperti ini, tapi aku lebih rela memakainya daripada Alex yang harus melakukan, lalu duduk di samping istriku. "Saya pesan Es Dawet, ya, Mas. Ada tidak?" tanya Vania kenapa salah satu pegawai. Orang-orang yang mendengar suaranya tertawa terbahak-bahak, tapi Vania hanya menggapainya dengan santai. Tentu saja Vania sama sekali tidak akan menggubris perkataan orang-orang yang tidak penting. Kalau pun mau, dia cukup memberikan perintah karena bangunan ini berdiri di wilayah kekuasaan Arvad. Terlalu berani memang, tapi justru aku dan Vania diuntungkan dengan hal ini. Sepertiny

