Bab 111

2174 Kata

Bagaskara "Semudah itu dia mengajak cerai?" tanyaku tidak habis pikir. Lalu, menatap ke arah Vania untuk melihat raut wajahnya yang ternyata dugaanku benar, dia sedang menatapku lekat. "Emi ibarat kamu yang dulu, Mas. Apa-apa minta cerai," lirihnya kemudian, "tapi alhamdulilllah sekarang kamu sudah berubah dan bahkan lebih baik. Makanya aku suka berterima kasih sama Allah sudah dipertemukan dengan suami yang benar-benar aku inginkan," pujinya membuat dadaku berdetak lebih cepat. Bisa enggak kalau sekarang aku bawa dia ke kamar dan enggak aku biarkan keluar sebelum besok pagi? Ah, padahal kami sudah menikah bertahun-tahun. Namun, ketika melihat wajah manisnya seperti itu, tetap saja aku terpesona seolah hanya dia yang paling cantik. Bagaimana ini? Rasanya aku sudah tidak bisa menahan ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN