Bagaskara Aku menarik diri dengan enggan, begitu juga dengan Vania. Sebenarnya aku sudah minta dia untuk tidak keluar, tapi katanya nanti ribet kalah harus keluar masuk. Baru saja membuka pintu, aku melihat Kevin sedang memegang dadanya dengan napas yang tidak teratur. Padahal, selama ini dia selalu bersikap tenang apa pun yang terjadi. Kalau seperti ini, tandanya memang ada hal rumit yang tidak bisa dia selesaikan. "Apa semenit saja kalian tidak bisa membiarkan aku tenang?" Alex mengacak rambutnya frustasi ketika mendengar langkah kaki kami dan matanya langsung membulat ketika melihat tangan Gion penuh darah. "Kenapa bisa seperti ini? Apa kalian digaji hanya untuk menjadi patung?" teriaknya kemudian. Jangankan Alex, aku, Kevin, dan Vania saja sangat terkejut dengan kenekatan dari sik

