Bagaskara Rupa yang sama denganku, bahkan wajahnya lebih tampan dari wajah yang aku miliki ini membuat tubuhku tiba-tiba gemetar. Aku seperti melihat pantulan diriku di wajah pria itu. Padahal, tidak pernah terbersit sekali pun di dalam benakku untuk menunjukkan kelemahan di depan Vania. Aku tidak peduli dengan orang-orang Arbas yang menatapku penuh tanda tanya, aku lebih peduli penilaian dari wanita yang aku cintai meski hanya satu orang daripada penilaian banyak orang tapi ntidak berarti apa-apa untukku. Kini aku dan Kevin sedang berdiri di ruang keluarga. Bahkan Leo juga ada di sini bersama kita dengan raut wajah yang tidak jauh dariku, yaitu tatapan sama-sama bingung. Namun, tatapan wajahku lebih tepatnya adalah takut. Aku tidak bisa membiarkan pria yang mempunya wajah sama dengank

