Bab 147

1504 Kata

Bagaskara "Di Dekatku? Siapa?" Vania menatapku dan Karina bergantian. Sepertinya dia tahu kalau aku punya seseorang yang kucurigai. "Pokoknya ada. Kamu akan tahu sendiri nanti." Aku menegaskan. Soalnya aku sebut pun percuma. Apalagi Vania adalah tipe orang yang keras kepala. Dia tidak akan pernah mau mendengarkan saran dari orang lain kalau sudah menyangkut tentang orang-orang yang sangat dia sayangi. Termasuk pria tua itu. Makanya aku lebih memilih dia tahu sendiri daripada harus memberitahunya. Dia tidak marah pun aku sudah sangat bersyukur, apalagi harus ribut-ribut. Lebih baik aku mengalah daripada tidak diajak bicara olehnya sepanjang hari. "Tidak mau kasih tahu aku langsung?" Vania melipat tangannya di bawah d**a sambil menatapku lekat. "Jadi, Mas mau main rahasia?" "Enggak ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN