Bagaksara "Patuhlah kalau kalian tidak ingin terluka!" titah salah satu dari mereka membuatku tertawa. "Patuh? Kamu pikir ini sinetron, yang mana peran utama akan terluka dulu, baru pahlawan kesiangan muncul?" tanyaku menantang. "Mimpi!" Aku memberikan tanda kepada seluruh pengawal bayangan untuk turun tangan, karena aku tidak mau siapa pun yang ada di dalam mobilku terluka. Apalagi Vania dan Azka. Akan aku korbankan segalanya untuk melindungi mereka, terutama dari orang-orang yang tidak jelas asal-usulnya ini. Siapa pun yang menyuruh mereka, aku tidak peduli dan akan aku lawan sampai akhir, tapi tentunya nanti kalau sudah tidak dilihat oleh istri dan anakku. Hanya dalam hitungan detik, mereka langsung keluar dari tempat persembunyiannya dan menyerang orang-orang yang menghalangi kam

