Bagaksara "Mau ke mana? Sekarang anda sudah terkepung!" Mereka langsung keluar mengelilingiku di segala arah. Aku langsung pasang badan untuk meminimalisir luka di tubuh. Lagi pula tidak mungkin aku pulang ke rumah Vania kalau tubuh ini penuh luka. "Terkepung bukan berarti aku tidak bisa melakukan perlawanan apa pun." Aku tersenyum menyeringai. "Lagi pula bukankah tidak mungkin seorang Bagaskara bertindak ceroboh dan datang ke sini seorang diri, bukan?" Pria tua itu langsung merubah raut wajahnya, lalu menatapku dari kejauhan dengan penuh kebencian. Sampai sekarang aku masih tidak tahu kenapa dia tidak menyukai aku, padahal aku sama sekali tidak mengenalnya. Kalau bukan karena papa yang cerita, aku mungkin sudah kalah sebelum bertanding. Alhamdulillah, papa langsung memberi tahuku as

