Bagaksara "Mas, katanya Kakek mau berbicara berdua denganmu," ucap Vania setelah beberapa saat masuk ke kamar pria tua itu. Aku tersenyum lembut ke arah istriku, lalu masuk ke kamar itu dengan enggan. "Kalau sudah tua, sebaiknya jangan terlalu banyak berulah. Apalagi jika hal itu berurusan denganku." Baru saja masuk, aku sudah mengeluarkan kata-kata ancaman. "Hai pemuda, kalau kau merasa diri sendiri hebat, tidak perlu takut akan ada badai atau topan yang hadir di tengah-tengah hubungan kalian." Pria tua itu tertawa sumbang, membuatku ingin melemparnya keluar. "Aku tidak pernah takut. Aku hanya ingin anda tahu diri agar tidak melakukan hal-hal yang tidak seharusnya. Ditambah Vania dan Azka juga akan ikut terluka." Aku berusaha memulai negosiasi. Walau aku tahu mustahil untuk mencapai

