Bab 142

1538 Kata

Bagaskara "Maaf kalau kejujuran saya melukai anda berdua, tapi saya paling tidak bisa menyakiti istri yang sudah sangat mengerti diri saya." Aku tersenyum bangga sambil memeluk Vania dari belakang. Gion segera menghampiri kami dan meminta mereka untuk masuk ke dalam rumah. Sementara aku dan Vania masih melampiaskan kerinduan yang sangat besar sampai aku sendiri tidak bisa menjelaskannya. Orang tuanya Emi menatap mama dan papa datar. Padahal, orang tuaku sudah melakukan segalanya dengan sangat baik agar mereka nyaman berada di rumah ini. "Selamat datang Tante dan Om." Vania mengeluarkan makanan yang tadi sudah disiapkan. Sayang Emi hanya melihat dia dari kejauhan, jadi aku berinisiatif untuk membantunya. "Kamu duduk saja, Mas, temani mereka mengobrol. Biar aku yang melakukan ini," tola

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN