Bagaksara Aku enggan untuk mengatakan siapa sebenarnya kakeknya Vania itu. Apalagi ketika melihat perubahan sikapnya. Sangat jelas terlihat kalau dia sangat bahagia atas kehadiran ayah dari mertuaku. Kata papa, kakek tua itu sikapnya jauh berbeda dengan Arian, ayahnya Vania atau mertuaku. Kalau tidak ada bapak mertua, kejayaan kakek tua itu sudah jatuh dari dulu dan itu fakta. Sayangnya setelah mertuaku tiada pun, dia tidak juga belajar dari setiap kejadian yang menimpa dirinya. Aku sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya sedang dia lakukan. Hanya bisa membuatku pusing dan menambah beban saja. Selebihnya tidak ada lagi. Bahkan kemunculannya benar-benar tidak bermanfaat. "Mas, kamu kok diam sama. Kamu tidak suka aku akan bertemu kakek?" Vania bertanya dengan heran ketika kami sama-sama

