Bab 140

1416 Kata

Bagaskara. "Ternyata memang ayahku yang menjadi dalang di balik semua kejadian. Sebenarnya apa yang dia inginkan itu? Menunggu anaknya jatuh atau cucunya terkapar? Kenapa bisa dia begitu tega melakukan ini dan itu hanya untuk membuat cucunya kewalahan?" Om Amar semakin melemas ketika melihat siapa orang yang aku tunjuk. Anehnya, wajah pria tua itu sama sekali tidak terlihat merasa bersalah. Seolah, dia baru saja melakukan hal yang begitu menakjubkan sehingga pergi dengan senyuman. Entah karena dia bangga kami bisa mengatasi masalah yang dia ciptakan, atau suka membuat kami kewalahan. Akan tetapi, sudah pasti keduanya sama-sama hal yang tidak aku suka. Siapa dia sampai berani memberikan ujian seperti ini. Lagi pula aku juga tidak butuh diakui oleh keluarga Arvad. Bisa berdiri di kaki sen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN