Vania Aku dan Mas Bagas kembali mendiskusikan tentang hal ini dan tentu saja kami sudah memikirkan keadaan terburuk yang akan terjadi secara tiba-tiba. "Aku yakin Gion punya rencananya sendiri," ucapku mantap. Akhir-akhir ini aku memang gamang, hati juga tidak bisa sepenuhnya percaya. Rasanya mustahil dia berubah tiba-tiba, lalu mengatakan bersedia bekerja sama dengan kami. Tidak heran kalau Mas Bagas percaya padanya begitu cepat, karena dia adalah kakaknya. Namun, tidak denganku. Aku sangat yakin Gion punya tujuan lain. Hanya saja aku tidak bisa mengatakan semuanya secara terus-terang kepada Mas Bagas karena takut menyakiti hatinya. "Biarkan semuanya mengalir seperti air." Mas Bagas berbisik mesra. "Meski dia berkhianat dan semua orang menjauh dariku, aku tidak peduli dan cintaku pa

