Bab 117

1318 Kata

Vania Setelah mengatakan itu, tidak ada pergerakan sama sekali dari Mas Bagas. Tangan yang tadi melingkar kuat pun, kini sudah terlepas, dan napasnya terdengar tidak stabil. "Siapa pria itu?" tanyanya dengan nada yang biasa digunakan hanya ketika marah. Inilah yang aku takutkan. Makanya aku memilih untuk tanya sendiri kepada papa, karena bisa berabe kalau Mas Bagas marah-marah di ruang kerja. "Aku sendiri tidak tahu, Mas, dan aku rasa Papa sudah memberikan pelajaran yang tepat. Bukankah selama ini Papa memang selalu melakukan yang terbaik?" Aku yang tadi lemah, kini tiba-tiba menjadi kuat, bahkan bisa menenangkan Mas Bagas. Padahal beberapa menit yang lalu, akulah yang harusnya ditenangkan. Bukan malah sebaliknya seperti ini. Mas Bagas tiba-tiba bangkit dan kedua tangannya mengepal. S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN